Dark/Light Mode

Kinerja Merosot Akibat Pandemi

BUMN Buru Dana Lewat Surat Utang

Jumat, 29 Januari 2021 05:34 WIB
Ilustrasi. (Foto : Shutterstock).
Ilustrasi. (Foto : Shutterstock).

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memburu modal melalui penerbitan surat utang. Setidaknya, awal tahun ini, perusahaan pelat merah akan menawarkan obligasi sebesar Rp 18,01 triliun.

Pengamat BUMN Toto Pra­noto menilai, BUMN mencari pendanaan alternatif melalui penerbitan surat utang, karena hal itu opsi menarik.

“Sebagian besar kinerja BUMN pada 2020 terpengaruh dampak pandemi Covid-19. Se­hingga pendanaan dari kantong internal tidak akan memadai emiten untuk ekspansi. Penerbitan obligasi hal wajar,” ungkap Toto kepada Rakyat Merdeka.

Peneliti dari Lembaga manaje­men Fakultas Ekonomi dan Bis­nis (FEB) Universitas Indonesia (UI) ini menjelaskan, mener­bitkan obligasi banyak dipilih perusahaan BUMN karena pem­biayaannya yang bersifat jangka panjang. Selain itu, BUMN membutuhkan dana jumbo untuk mendukung berbagai program Pemerintah. Diprediksinya, total penerbitan surat utang dari pelat merah akan memimpin pasar.

Baca juga : Di Tengah Pandemi, PUPR Suntik Dana Triliunan Untuk Subsidi Rumah MBR

“Harapannya, di 2021 pemulihan ekonomi terjadi secara bertahap. Jadi, proyek-proyek infrastruktur pasti akan mulai digenjot lagi. Mau tidak mau, opsi pendanaan makin dicari,” imbuhnya.

PT Pemeringkat Efek Indone­sia (Pefindo) mencatat, hingga 18 Januari 2021 telah mengan­tongi mandat penerbitan surat utang sebesar Rp 32,2 triliun. Sebanyak Rp 18,01 triliun atau sekitar 55,9 persen dari total keseluruhan mandat, merupakan rencana emisi oleh BUMN. Se­dangkan sisanya Rp 14,19 triliun atau sekitar 44 persen berasal dari perusahaan non-BUMN.

Head of Economy Research Pefindo, Fikri C Permana menga­takan, secara moderat, pihaknya memprediksi tahun ini akan ada penerbitan obligasi korporasi sebesar Rp 140,77 triliun. Baik melalui obligasi Medium Term Notes (MTN), dan Efek Beragun Aset (EBA).

Menurut Fikri, makin mem­baiknya kinerja perusahaan, maka kemungkinannya juga akan lebih besar untuk mener­bitkan surat utang sebagai alter­natif pendanaan. Baik itu untuk refinancing maupun kebutuhan modal kerja.

Baca juga : Hati-hati, Jangan Lewat Jalur Selatan Bandung-Garut

Seperti diakui Corporate Secre­tary PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), Mahendra Vijaya. Pihaknya telah melakukan penawaran obligasi senilai Rp 1,5 triliun dan sukuk Rp 500 miliar tahun lalu. Dan, penawaran itu mampu meraih respons yang positif.

Sesuai rencana, perseroan akan menggunakan seluruh hasil emisi obligasi untuk melunasi sebagian dari pokok Komodo Bond, yang jatuh tempo 31 Januari 2021.

“Sementara, emisi sukuk akan diserap untuk membiayai modal kerja proyek infrastruktur dan gedung, yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal tahun ini,” kata Mahen­dra, di Jakarta, kemarin.

Sementara PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana mener­bitkan surat utang, guna melunasi obligasi yang akan jatuh tempo tahun ini. Dikatakan Direktur Utama Waskita Karya, Des­tiawan Soewardjono, perseroan berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban dalam bentuk obligasi yang akan jatuh tempo pada Februari dan September 2021.

Baca juga : Perlu Obat Kuat Untuk Bangkitkan Pariwisata

“Kami akan menerbitkan obligasi lagi untuk pembayaran. Kami sudah mempunyai data, mudah-mudahan bisa diek­sekusi di akhir Januari ini,” ucap Destiawan belum lama ini, di Jakarta. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.