Dark/Light Mode

Menparekraf Sandi Ungkap Rencana Buka Wisata Bali Dengan `Free Covid Corridor`

Senin, 1 Maret 2021 20:58 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, Gubernur Bali Wayan Koster dan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat berdialong, Senin (1/3). (Foto: Istimewa)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, Gubernur Bali Wayan Koster dan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat berdialong, Senin (1/3). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan rencana untuk membuka kembali pariwisata di Bali melalui program Free Covid Corridor.

"Kita mempersiapkan Free Covid Corridor di Bali dan beberapa destinasi lainnya," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam dialog daring bertajuk "Vaksinasi Datang, Pariwisata Gemilang", Senin (1/3).

Sandi menjelaskan program tersebut merupakan usulan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dan kerap dibahas dalam berbagai kesempatan oleh pemerintah setempat.

Hadir dalam dialog tersebut Uno Gubernur Bali Wayan Koster dan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Baca juga : Menteri Sandi Dukung Pengembangan Wisata Dan Pendirian Untara Di Taput

Sandi mengungkapkan harapannya agar pariwisata Indonesia pulih setelah dilaksanakan program vaksinasi nasional yang diselenggarakan pemerintah.

Ia mengatakan pihaknya akan mewujudkan visi misi Presiden Jokowi terkait program pengembangan destinasi pariwisata, termasuk Bali dan 5 Destinasi Super Prioritas.

"Tentu tetap harus disiplin menerapkan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 3T: testing, tracing dan treatment dan saya melihat khususnya di Bali dan beberapa sentra pariwisata dan sentra ekonomi kreatif bahwa konsensus analis bahwa tahun 2021 kita akan bangkit, kita akan rebound," ungkapnya.

Ia menambahkan prediksi World Bank ekonomi Indonesia positif 3,1 persen. "Bahkan IMF perkirakan kita akan tumbuh 4,8 persen tahun ini dan 6 persen tahun 2022." ungkap Sandi.

Baca juga : KKP Bersama Kemenparekraf Kembangkan Wisata Bahari Indonesia

Dalam kesempatan yang sana, Sandi berharap agar sektor pariwisata beserta seluruh sektor pendukungnya dapat berinovasi, beradaptasi dan berkolaborasi, seraya berjanji untuk mendorong adanya stimulus bagi para pelaku pariwisata di Bali. "Bali diberikan prioritas mengenai vaksin di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, bahwa kunjungan wisatawan ke Bali pada masa pandemi ini sudah turun lebih dari 50 persen per hari. Ini membuktikan bahwa pandemi menjadi pukulan keras bagi perekonomian Bali yang bergantung pada industri pariwisata beserta industri pendukung, termasuk industri kreatif.

"Bagaimana pandemi ini berakhir itu saja, pariwisata akan pulih sendiri kalau pandemi sudah selesai," ungkap Wayan Koster.

Untuk itu Koster menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan infrastruktur, termasuk regulasi untuk program vaksinasi.

Baca juga : Menteri Teten Dan Menteri Sandi Uno Duet Dongkrak Potensi UMKM Di 5 Destinasi Super Prioritas

"Yang jadi prioritas berikutnya adalah 2 area yang akan dijadikan free covid corridor oleh Bapak Menteri Pariwisata yaitu kawasan Nusa Dua dan Kawasan Ubud. Kami sudah siapkan infrastruktur dan SOP sehingga begitu vaksin datang, kita tinggal melaksanakan," kata Koster.

"Sudah setahun hotel-hotel kosong dan restoran sepi, sehingga perekonomian Bali mengalami kontraksi sebesar 12 persen," ujar Koster. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.