Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menaker Tinjau Kelompok Difabel Penerima Bantuan JPS TKM Boyolali

Rabu, 10 Maret 2021 19:23 WIB
Menaker Tinjau Kelompok Difabel Penerima Bantuan JPS TKM Boyolali

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, meninjau penerima program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Tenaga Kerja Mandiri (TKM) pada Rabu (10/3/2021). Penerima atas nama kelompok Forum Komunikasi Difabel Boyolali (FKDB) Karya Mandiri itu berlokasi di Klewor, Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah.

“Program ini diharapkan dapat menyentuh langsung kebutuhan publik. Sehingga dapat memberikan peningkatan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan penyediaan lapangan kerja,” kata Ida.

Dia menjelaskan, kunjungannya ke FKDB karena tergerak setelah menonton video Ketua FKDB, Sri Setianingsih, yang melakukan pemberdayaan para penyandang disabilitas. "Saya tergerak meninjau secara langsung," kata mantan Wakil Ketua Badan Legislasi dan anggota Komisi II DPR ini.

Berita Terkait : Menaker: Pandemi Picu Kenaikan Pengangguran

Ida pun meminta FKDB agar meningkatkan usaha penggemukan kambingnya. Sehingga manfaat yang dirasakan para difabel menjadi lebih banyak. Permintaan juga disampaikan kepada Disnaker setempat, agar mendata kebutuhan FKDB.

"Ini harus diberi akses lagi. Jadi yang memiliki usaha sudah mulai berkembang, harus bisa dikembangkan lagi sampai jadi," jelasnya.

JPS TKM, ujar Ida lagi, merupakan program yang dimaksudkan untuk meminimalkan dampak Covid-19. Sasaran utamanya, masyarakat penganggur dan setengah penganggur.

Berita Terkait : Demokrasi Indonesia Di Persimpangan Jalan

"Program ini untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan dan berkelanjutan. Sehingga diharapkan, mampu menekan angka penganggur dan setengah penganggur," kata Ketua Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (PPKB), Partai Kebangkitan Bangsa periode 2002-2007 ini.

Sementara Ketua FKDB, Sri Setianingsih menyatakan, pihaknya mendapatkan program JPS TKM dari Kemnaker untuk penggemukan kambing. Menurut Sri, program tersebut sangat bermanfaat bagi kelompoknya.

Dia berharap, program JPS ini dapat berlanjut, sehingga keberlangsungan pemberdayaan difabel yang berjumlah 4.963 berjalan dengan baik dan lancar. "Kami berharap program JPS seperti ini bisa ditingkatkan, dan lebih diperhatikan sama ibu menteri," kata Sri. [UMM]