Dark/Light Mode

Punya Banyak Cabang, PT Pos Indonesia Berpotensi Jadi Kanal Penerimaan GNWU

Jumat, 19 Maret 2021 22:45 WIB
Wapres Maruf Amin/Ist
Wapres Maruf Amin/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) yang dicanangkan pemerintah menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. 

Dengan potensi yang mencapai Rp 180 triliun per tahun, gerakan ini perlu didukung kanal-kanal penerima wakaf untuk mempermudah para pewakaf menyerahkan wakafnya. 

Untuk itu, PT Pos Indonesia (Persero) yang memiliki banyak cabang di pelosok Tanah Air, sangat berpotensi menjadi kanal penerimaan wakaf uang yang efektif.

“PT Pos itu salah satu kanal yang sangat potensial karena (cabangnya) tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sampai di tingkat kecamatan dan kelurahan. Jadi saya kira ini kanal yang sangat efektif, sehingga masyarakat di mana-mana bisa berwakaf melalui PT Pos,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat menerima audiensi jajaran Direksi PT Pos Indonesia (Persero) melalui konferensi video di Kediaman Resmi Wapres, Selasa (16/3).

Sebab itu, Ma’ruf meminta kepada Pos Indonesia untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) guna membahas kerja sama yang dapat dilakukan.

“Maka nanti saya minta PT Pos Indonesia untuk berkomunikasi dengan Badan Eksekutif KNEKS yang juga memang bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia,” pintanya.

Baca juga : Teten Yakin Indonesia Bakal Jadi Pusat Mode Muslim Dunia

Keterlibatan PT Pos Indonesia ini, kata Ma’ruf, selain menjadi partisipasi yang sangat bermanfaat juga akan bernilai ibadah.

“Mudah-mudahan keikutsertaan Kantor Pos ini selain merupakan satu partisipasi yang sangat besar manfaatnya, mudah-mudahan juga menjadi ibadah,” harapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal R Djoemadi melaporkan bahwa Pos Indonesia memiliki portofolio jasa keuangan serta kantor cabang dan agen di seluruh Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai titik pengumpulan wakaf uang.

“Jadi kami laporkan Pak Wapres, bahwa Pos Indonesia ini punya 4.850 cabang di seluruh Indonesia, kemudian kita punya agen untuk jasa keuangan sekitar 20 ribu agen yang juga tersebar di seluruh Indonesia,” paparnya.

Bahkan, kata Faizal, Pos Indonesia akan mempermudah para pewakaf membayarkan wakafnya karena dapat dilakukan secara fisik dengan datang ke kantor pos atau dengan interaksi digital melalui aplikasi Pos Giro Mobile (PGM).

“Memang core system (sistem inti) kami di jasa keuangan ini menggunakan giro. Giro kami ini tidak sama dengan giro bank, karena giro pos tidak memberikan imbal jasa sebagaimana gironya bank,” paparnya.

Baca juga : Indeks Ketahanan Pangan Indonesia Jauh Di Bawah Singapura, DPR Prihatin

Di samping itu, lanjut Faizal, PT Pos Indonesia memiliki empat program bisnis syariah lain untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Pertama kami merencanakan untuk bisa menerima setoran haji reguler,” ujarnya.

Ada pun program kedua, lanjut Faizal, adalah kerja sama dengan travel haji untuk pengurusan umrah dan haji.

“Jadi kantor-kantor pos kami dapat dijadikan sebagai kantor cabang travel umrah dan haji,” ungkapnya.

Selanjutnya, Faizal menyebutkan program ketiga adalah perdagangan emas digital melalui kerja sama dengan berbagai pihak termasuk Pegadaian. 

Sedangkan program keempat adalah pembiayaan haji dan umrah.

Baca juga : Demokrat: Indonesia Lagi Beneran Genting

“Jadi ini empat hal, rencana strategis di bisnis syariah Pos Indonesia untuk melengkapi bisnis kami di jasa keuangan,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Faizal pada audiensi kali ini Direktur Keuangan Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, Direktur Kelembagaan Nezar Patria, Direktur Kurir dan Logistik Hariadi, Direktur SDM dan Umum Tonggo Marbun, serta Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan Charles Sitorus.

Sementara, Ma’ruf didampingi Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Staf Khusus Wapres Bambang Widianto dan Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.