Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Upaya Strategis Kementan Jaga Stabilisasi Perunggasan

Minggu, 21 Maret 2021 09:58 WIB
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah (kiri)/Ist
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah (kiri)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya melakukan stabilisasi harga perunggasan di peternak. 

Harapannya, agar tidak ada lagi peternak yang menderita kerugian karena harga Livebird di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).

Direktur Jenderal PKH Kementan Nasrullah menjelaskan, upaya stabilisasi perunggasan yang telah dilakukan oleh Ditjen PKH Kementan, yaitu pengendalian produksi melalui cutting HE fertil dan afkir dini PS. 

Hal ini sebagai upaya menjaga keseimbangan supply dan demand harga liverbird (LB) di tingkat peternak.

"Terdapat korelasi positif upaya pengendalian produksi DOC FS dengan perkembangan harga livebird (LB). Upaya ini telah berdampak terhadap perbaikan harga LB di tingkat peternak," kata Nasrullah.

Baca juga : Lutfi Tampil Ksatria

Dia menambahkan, untuk melindungi kepentingan peternak UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), setiap perusahaan pembibit harus memprioritaskan distribusi DOC FS untuk eksternal farm 50 persen dari produksinya dengan harga sesuai harga acuan Permendag.

Hal ini diamanatkan juga di dalam Permentan Nomor 32 tahun 2017 bahwa perusahaan pembibit harus mendistribusikan DOC FS 50 persen untuk peternak eksternal di luar kemitraan dan company farm. 

Meski demikian, pemenuhan kebutuhan DOC FS untuk peternak eksternal utamanya skala UMKM perlu dilakukan verifikasi dan validasi, sehingga dapat diketahui proporsi kebutuhan internal farm termasuk kemitraan dengan peternak eksternal.

Nasrullah menjelaskan, kondisi perunggasan nasional saat ini masih didera isu ketidakseimbangan supply dan demand, yang memicu harga livebird sangat fluktuatif dan cenderung berada di bawah HPP (Harga Pokok Produksi).

Harga livebird memang sangat dipengaruhi oleh volume supply di kandang dan pangkalan ayam. Pasar ayam ras pedaging sebagian besar beredar dalam bentuk bentuk hidup (livebird) kurang dari 80 persen.

Baca juga : Pejabat Dan Karyawan Kemenko Polhukam Jalani Vaksinasi Tahap Pertama

Pola konsumsi masyarakat terhadap daging ayam bersifat musiman (seasonal), ditambah pandemi covid-19 berdampak pada penurunan demand sebesar 20 persen

Akibat Covid-19 konsumsi daging ayam tahun 2020 terkoreksi dari 12,79 kg/kapita menjadi 10,1 kg/kapita dan tahun 2021 diestimasi sebesar 11,75 kg/kapita.

Lebih lanjut Nasrullah menjelaskan, upaya permanen yang dilakukan pemerintah adalah mewajibkan pembibit untuk melakukan pemotongan livebird di RPHU sebesar kapasitas produksinya secara bertahap selama 5 tahun.

Upaya strategis melindungi peternak UMKM adalah dengan menumbuh kembangkan kelompok tani ternak unggas. Diharapkan dapat mewadahi kepentingan peternak UMKM dan berkontribusi terhadap stabilisasi perunggasan nasional.

Terbentuknya kelompok tani ternak unggas ini menjadi wadah untuk mentautkan kepentingan peternak melalui kerja sama (partnership) kepada perusahaan terintegrasi. 

Baca juga : Dukung Kesehatan Masyarakat, BPOM Revitalisasi Program Pangan Aman

Kerja sama ini mengacu pada Permentan Nomor 13 Tahun 2017 tentang kemitraan usaha peternakan.

Dalam Permentan Nomor 13 Tahun 2017 disebutkan kemitraan usaha peternakan adalah kerja sama antar usaha peternakan atas dasar prinsip saling memerlukan, memperkuat, menguntungkan, menghargai, bertanggung jawab dan ketergantungan. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.