Dark/Light Mode

Indonesia Peringkat 8 Dunia

Mei, Vaksinasi Digenjot Lagi

Rabu, 7 April 2021 06:45 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Sekretariat Kabinet)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Sekretariat Kabinet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga Senin (5/4), Indonesia sudah menyuntikkan 12,7 juta vaksin kepada penduduknya. Bulan ini, penyuntikan bisa terhambat karena adanya embargo vaksin dari India. Tapi bulan Mei, vaksinasi bakal digenjot lagi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dengan jumlah 12,7 juta dosis vaksin, Indonesia kini menduduki peringkat ke-8 di dunia.

Posisi Indonesia ada di atas Prancis, Israel dan Arab Saudi. Malah, jika negara-negara yang memproduksi vaksin seperti Amerika dan China tidak dimasukkan dalam kategori pemberian vaksin, Indonesia menduduki peringkat ke-4.

Berita Terkait : DPR Soroti Rendahnya Realisasi Program Vaksinasi Untuk Lansia

“Kita di bawah Turki, Inggris dan Jerman. Bedanya dengan Jerman tidak banyak lagi,” ungkap Budi Gunadi dalam “CIMB Niaga Forum Indonesia Bangkit”, kemarin.

Jumlah suntikan vaksin per hari di Tanah Air mencapai 500 ribu. Atau sekitar 2,5 juta per minggu, dan 10 juta per bulan. Jumlah itu sudah on track, sesuai ketersediaan vaksin.

“Jadi kecepatan vaksin kita bukan hanya untuk mengejar target saja, tetapi ketersedian vaksin juga,” bebernya.

Berita Terkait : Mariah Carey: Saya Sebenarnya Vampir...

Saat ini, stok vaksin di Indonesia menipis karena adanya embargo pengiriman vaksin AstraZeneca dari India.

Langkah itu diambil India karena India tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19, sehingga negara itu memprioritaskan vaksin bagi penduduknya.

Indonesia awalnya mendapat jatah vaksin AstraZeneca dari India sebesar 11,7 juta di bulan Maret-April. Namun, karena adanya embargo itu, ada 10 juta dosis vaksin yang akhirnya tak bisa dikirim.

Berita Terkait : Berdayakan Perangkat Desa, Bantu Lansia Daftar Vaksinasi

Akibatnya, rencana vaksinasi sebanyak 15 juta dosis per bulan atau 500 ribu dosis per hari menjadi sulit dicapai pada Maret-April.
 Selanjutnya