Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cegah Bencana, BNPB Tanam Ribuan Bibit Pohon Di Pantai Cilacap
Rabu, 28 April 2021 13:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melakukan penanaman pohon sebagai upaya mitigasi bencana berbasis vegetasi.
"Hari ini dilakukan penanaman 3.313 bibit pohon dan jumlah tersebut tentunya tidak cukup karena kita masih membutuhkan jutaan pohon untuk ditanam di seluruh wilayah pantai," kata Doni usai menanam bibit pohon palaka dan butun dalam rangka Gerakan Mitigasi Vegetasi Partisipatif Bencana-Penanaman Vegetasi Pantai Cemara Sewu, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Cilacap,Jawa Tengah, dikutip Antara Rabu (28/4).
Adapun jenis tanaman yang ditanam berupa pule, palaka, dan butun.
Dia mengatakan, Bunton dipilih sebagai lokasi penanaman bibit pohon karena desa tersebut pada 2006 pernah dilanda gempa dan tsunami yang sumbernya berasal dari selatan Pangandaran, Jawa Barat.
Baca juga : Liburan Wajib Dibatasi Lho Ya...
Ia mengatakan, tidak sedikit juga desa-desa sepanjang pantai Cilacap terdampak tsunami pada 2006 sehingga menimbulkan korban jiwa kurang lebih 165 orang.
Oleh karenanya, kata dia, memilih mitigasi berbasis vegetasi salah satu upaya BNPB mengurangi risiko bencana.
Hal itu, katanya, juga sesuai dengan perintah Presiden Jokowi agar jangan sampai masyarakat menjadi korban ketika terjadi bencana, sehingga harus mempersiapkan diri lebih awal.
"Kita semua harus punya kewajiban untuk bisa melindungi wilayah pantai kita, baik dari abrasi maupun ancaman tsunami, terutama pantai-pantai yang punya risiko terjadi gempa dan tsunami, khususnya di pantai barat sepanjang Pulau Sumatra dan selatan Pulau Jawa serta beberapa wilayah lainnya di Sulawesi dan Maluku, Maluku Utara, serta Papua bagian utara," katanya.
Baca juga : Cegah Perpecahan Bangsa, PAN Tolak Koalisi Poros Partai Islam
Terkait dengan jenis vegetasi yang dipilih untuk upaya mitigasi,
Doni mengatakan hal itu merupakan jenis-jenis vegetasi yang tepat untuk pesisir pantai. Antara lain cemara udang, ketapang laut, pule, palaka, dan waru serta beberapa jenis tanaman lain yang mampu bertahan jangka waktu sangat lama atau usianya bisa ratusan tahun.
Ia mengatakan, pohon pule terbesar yang pernah dilihatnya berada di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon. Pohon pule tersebut memiliki tinggi lebih dari 30 meter dan garis tengahnya lebih dari tiga meter.
"Artinya, usia pohon itu mungkin sudah lebih dari 400 tahun, kemudian pohon palaka yang saya bibitkan di Pulau Seram, itu saya temukan pohonnya di Kota Ambon juga," katanya.
Baca juga : PAN Ogah Gabung Poros Partai Islam
Keliling pohon palaka tersebut mencapai 30 orang dewasa bergandengan tangan. Ia mengatakan, hal itu berarti bahwa jenis pohon palaka mempunyai usia yang lama dan diperkirakan bisa mencapai ratusan tahun serta memiliki akar yang kuat.
"Jadi kalau kita membangun sebuah vegetasi di sepanjang tepi pantai,kita sudah bisa memberikan perlindungan untuk generasi-generasi yang akan datang," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, bangsa Indonesia masih membutuhkan jutaan pohon lagi untuk ditanam di sepanjang pantai, terutama untuk menghadapi abrasi dan potensi tsunami pada periode puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun yang akan datang.
"Satu lagi jenis pohon laban yang sudah banyak ditebang di beberapa daerah. Padahal kemarin mampu melindungi kawasan pesisir pantai dari abrasi," kata Doni. (MFA)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya