Dark/Light Mode

Cegah Kasus Antigen Bekas, Muhadjir Minta Limbah Medis Segera Dihancurkan 

Minggu, 2 Mei 2021 15:10 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (berbaju putih). (Foto: ISt)
Menko PMK Muhadjir Effendy (berbaju putih). (Foto: ISt)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas oleh oknum petugas medis di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, terungkap belakangan ini. Diketahui, stik bekas pakai yang digunakan untuk rapid test antigen  dicuci menggunakan alkohol. Kemudian, stik digunakan kembali kepada calon penumpang pesawat. Kasus penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas tersebut telah diproses secara hukum dengan menetapkan sebanyak 5 orang sebagai tersangka.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta agar kejadian penggunaan ulang alat rapid test antigen bekas tidak terulang kembali.  "Berdasar kejadian tersebut, saya menghimbau supaya tidak terjadi lagi kasus serupa. Itu hal yang tak bisa kita toleransi," ujar Muhadjir, seperti keterangan pers yang diterima RM.id, Minggu (2/5).

Berita Terkait : Epidemiolog: Kasus Antigen Bekas Cuma Ada Di Indonesia, Pemerintah Harus Segera Turun Tangan

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Menko PMK mengatakan, pemerintah akan memperketat manajemen pengawasan limbah medis dalam pelaksanaan rapid test antigen. "Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah manajemen limbah. Harus ditegakkan dengan ketat, sehingga jangan sampai ada limbah medis yang didaur ulang untuk tujuan yang tidak baik," katanya.

Muhadjir mengatakan, masalah limbah medis ini harus mendapat perhatian serius. Dia berharap, nantinya setiap fasilitas kesehatan yang melayani rapid test antigen untuk membuang atau memusnahkan limbah medis sesuai prosedur yang ditetapkan.

Baca Juga : Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron Tolak Bukber

"Jadi, masalah limbah medis memang harus mendapatkan perhatian serius. Harus dipastikan bahwa semua limbah medis harus betul-betul diamankan atau dibuang atau dihancurkan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan. Tidak boleh ada limbah medis yang masih berkeliaran apalagi kemudian digunakan ulang," imbuhnya.

Dia kembali menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi oknum yang melakukan kegiatan mendaur ulang limbah medis "Ini satu hal yang tidak bisa ditoleransi. Jadi manajemen limbah medisnya yang akan kita perhatikan," pungkas Muhadjir. [DiR]