Dark/Light Mode

Pastikan Stok Aman H-3 Lebaran, Kementan Pantau Langsung Panen Cabe Di Temanggung

Selasa, 11 Mei 2021 11:50 WIB
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto memantau kawasan panen cabe di Temanggung, Senin (10/5)/Ist
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto memantau kawasan panen cabe di Temanggung, Senin (10/5)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang Idul Fitri, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan kepada seluruh jajarannya untuk memastikan stok pangan mencukupi kebutuhan konsumen. 

Terlebih dengan adanya kebijakan larangan mudik, sehingga khususnya di Jabodetabek harus benar-benar dipastikan pasokan aman dan harga terkendali.  

Kementerian Pertanian (Kementan) turun langsung ke lapangan memantau kondisi daerah sentra pemasok cabe Jabodetabek, di antaranya Kabupaten Temanggung

Di Kecamatan Ngadirejo, tepatnya Desa Campursari terhampar cabe seluas 120 hektar dan Desa Kataan seluas 250 hektar yang mayoritas sedang panen. 

Jika ditotal, satu Kecamatan Ngadirejo saat ini ada pertanaman cabe rawit seluas 450 hektar, cabe keriting 30 hektar, dan cabe besar 250 hektar. 

Melihat kondisi tersebut, Kementan optimistis pasokan cabe mencukupi kebutuhan Idul Fitri yang jatuh di hari Kamis mendatang. 

Berita Terkait : Jelang Lebaran, Kementan Awasi Keamanan Dan Stok Daging

“Jika melihat kondisi di wilayah sentra seperti ini, saya rasa tidak akan terjadi lonjakan harga cabe. Paling terjadi distorsi harga, itu pun karena suasana Lebaran. Sopir angkutan, pedagang dan juga petani tentunya merayakan Idul Fitri bersama keluarga, setelah itu harga tetap aman," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto.

Secara nasional, jika dilihat dari data prognosa produksi, yang dihitung berdasarkan realisasi luas tambah tanam bulan November 2020 sampai Februari 2021, produksi cabe rawit bulan Mei sebesar 101.132 ton. Sedangkan kebutuhan hanya 76.726 ton sehingga masih surplus sebesar 24.407 ton.

Begitu juga dengan cabe besar, prognosa produksi sebesar 97.456 ton, sedangkan kebutuhan 79.711 ton sehingga surplus sebesar 17.754 ton.

Di sela-sela kunjungan lapangnnya, Prihasto juga menyampaikan apresiasinya kepada petani Temanggung yang sudah menerapkan likat kuning dan perangkap lalat buah di pertanaman cabe. 

“Jadi gini, lalat buah itu yang paling ditakuti tanaman hortikultura. Dengan adanya petrogenol ini tentunya sangat efektif menangkal serangan hama. Jadi saya sarankan kepada petani di daerah lain juga menggunakan ini", pungkasnya. 

Saat ditemui di lapangan, Yasmadi, Ketua kelompok Sidodadi menyampaikan bahwa Kabupaten Temanggung siap untuk mengamankan pasokan cabe hingga Idul Fitri.

Berita Terkait : Kementan: Stok Daging Sapi Untuk Lebaran Aman

Pria yang yang disapa Pak Yas itu membeberkan bahwa petani di wilayahnya akan tetap panen cabe hingga hari selasa untuk memenuhi pasokan di pasar setempat dan juga Jabodetabek. 

“Selasa masih petik, dikirim ke Jakarta. Selasa malam hingga hari Rabu pagi sampai Jakarta. Tenaga petik liburnya juga cuma dua hari, jadi Lebaran hari kedua sudah petik lagi," beber Yas. 

Senada, Sarmadi Ketua Kelompok Muda Sejahtera yang rata-rata anggotanya masih muda, saat ini sedang panen cabe rawit seluas 25 ha dan siap memasok kebutuhan Jabodetabek. Ia menyampaikan, petani sebenarnya tidak menginginkan harga sangat tinggi. 

"Harga di kisaran 20 ribu hingga 30 ribu di tingkat petani sudah sangat menguntungkan,” ujar Sarmadi yangdiamini anggota kelompoknya. 

Kelompok Tani Muda Sejahtera berharap dapat menanam cabe sepanjang musim. Selama ini pertanaman hanya dilakukan pada musim hujan saja. 

Jika kemarau, perlu adanya fasilitasi pompa air agar tetap bisa tanam. Namun di sisi lain, kelompok tani yang diprakarsai oleh para milenial di Desa Kataan Kecamatan Ngadirejo telah menerapkan pengendalian OPT ramah lingkungan pada pertanaman cabai rawitnya.

Berita Terkait : Menko Perekonomian Dan Mentan Salurkan 20 Ribu DOC Ayam Petelur Ke Rumah Tangga Miskin

Pengaplikasian petrogeno dan PGPR diakui Sarmadi lebih hemat biaya karena mampu menekan penggunaan pestisida. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah pusat. 

Tahun 2020 Kabupaten Temanggung mendapatkan alokasi pengembangan kawasan cabai dan bantuan benih dari Ditjen Hortikultura seluas 82 hektar yang telah tertanam pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021. Tahun ini juga mendapatkan alokasi seluas 30 hektar.  

"Bantuan tersebut sangat membantu petani, terlebih di masa pandemi tahun kemarin, sangat menolong permodalan petani untuk tetap bisa tanam cabai," tutup Joko. [KAL]