Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Kunker Ke Bali, Menperin Dorong IKM Kerek Daya Saing

Senin, 31 Mei 2021 10:21 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (ketiga kanan) saat mengunjungi IKM cokelat PT Delicacao Bali. (Foto: ist)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (ketiga kanan) saat mengunjungi IKM cokelat PT Delicacao Bali. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) komitmen membantu dan meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) pangan. Salah satunya dengan digitalisasi. 

Hal tersebut dikatakan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan kunjungan kerja ke Bali, Senin (31/5). Hadir juga Dirjen IKM dan Aneka Gati Wibawaningsih dan anggota DPR.

Agus mengatakan, pandemi Corona yang masih terus berlangsung merupakan tantangan berat bagi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar -2,07 persen pada 2020. 

Dunia usaha termasuk pelaku IKM pun tak lepas dari dampak perlambatan ekonomi ini. Dinamika yang terjadi selama masa pandemi ini, merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha untuk dapat menjawab kebutuhan pasar yang ada.

Menurut dia, sektor industri makanan dan minuman merupakan kontributor penting dalam perekonomian Indonesia. Pada triwulan I-2021, industri ini memberikan kontribusi sebesar 6,80 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dengan kontribusi nilai ekspor sebesar 9,68 persen terhadap total ekspor nasional. 

Baca juga : Menpora Dorong Klub Sepakbola Masuk Pasar Modal

“Bahkan di tengah tekanan berat akibat pandemi Covid-19 saat ini, sektor industri makanan dan minuman masih mampu tumbuh positif sebesar 2,45 persen pada kuartal I-2021,” ujarnya.

IKM pangan yang kini tercatat mencapai 1,68 juta unit usaha atau 38,27 persen dari total unit usaha IKM tentu telah memberikan sumbangsihnya dalam kemajuan industri pangan nasional dan memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Produk IKM pangan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memenuhi pasar dalam negeri dan juga pasar ekspor. 

Menurut dia, IKM pangan diharapkan telah memiliki kesiapan dan strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas, membangun branding, melakukan adaptasi, memperkuat inovasi dan teknologi, serta mampu dalam membaca trend dan kebutuhan pasar. Kemenperin juga menyiapkan berbagai program untuk mendukung IKM bertahan bahkan semakin berkembang di tengah pandemi saat ini.

“Mulai dari program peningkatan teknologi dan pengetahuan pengolahan, sertifikasi keamanan pangan, hingga fasilitasi pemasaran digital baik domestik maupun global,” kata Agus.

Pada kunjungan kerja di Provinsi Bali kali ini, Agus mengunjungi salah satu IKM PT Delicacao Bali yang memproduksi cokelat premium dengan bahan baku biji kakao berkualitas yang berasal dari petani mitra di wilayah Tabanan. Indonesia merupakan salah satu penghasil kakao terbesar di dunia. 

Baca juga : Presiden Minta Menteri Dan Kepala Daerah Jangan Tutupi Data

Menurut laporan Internatinoal Cocoa Organization (ICCO) tahun 2018/2019, Indonesia berada di peringkat ke-6 sebagai negara produsen biji kakao setelah Pantai Gading, Ghana, Ekuador, Nigeria, dan Kamerun. Dengan karakteristik biji kakao asal Indonesai yang memiliki titik leleh tinggi dan kaya kandunan lemah, industri pengolahan kakao dapat menghasilkan produk yang berkualitas dari segi rasa, aroma, bahkan manfaat kesehatan.

Jika melihat sisi hilirisasi, kata dia, saat ini sudah banyak berkembang IKM Indonesia yang mampu bergerak pada pengolahan biji kakao menjadi cokelat. Memang penguasaan teknologi dan pengetahuan tentang pengolahan cokelat harus dimiliki oleh IKM.

Pada saat yang bersamaan, IKM yang juga hadir pada saat kunjungan Menteri Perindustrian yaitu IKM CV Rosalie Kalyana Bali  dan IKM Karsa Abadi. IKM ini merupakan peserta program Indonesia Food Innovation (IFI) tahun 2020, dimana IKM CV Rosalie Kalyana merupakan pemenang Juara 1 kategori Pangan Akhir Kompetisi IFI tersebut dan IKM Karsa Abadi terpilih menjadi peserta yang akan mendapatkan fasilitasi pembinaan dalam tahapan food business scale–up. 

“Kami memahami bahwa nilai tambah suatu produk mempunyai andil besar dalam mendorong kemajuan IKM pangan di Indonesia. Dan eksistensi inovasi dapat menjadi alat yang tepat dalam penciptaan nilai tambah,” ujar Agus.

Agus berharap, para IKM di Provinsi Bali ini dapat terus berkembang, menghasilkan produk yang lebih berkualitas, serta menembus pasar yang lebih luas. Pihaknya juga mendorong seluruh pihak diantaranya para Kepala Dinas yang membidangi perindustrian dan para pihak terkait lainnya untuk bersama-sama menumbuhkan dan mengembangkan pelaku industri pangan yang mandiri, modern dan inovatif.

Baca juga : Temui Kapolri, Gus Menteri Ajak Polri Kawal Dana Desa

Dirjen IKM dan Aneka Gati Wibawaningsih mengatakan, para pelaku IKM pangan harus menjaga kualitas produknya untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa kualitas produk sesuai dengan apa yang dijanjikan sehingga akan meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan memiliki sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), IKM akan lebih percaya diri dalam pengembangan akses pasar utamanya menembus pasar global. 

“Dengan implementasi HACCP, terbukti beberapa IKM binaan Kemenperin untuk komoditi gula palma di wilayah Barlingmascakeb mengalami peningkan omzet sampai dengan 300 persen,” ujar Gati. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.