Dark/Light Mode

Begini Jurus Menteri Teten Kerek Ekspor UMKM

Sabtu, 5 Juni 2021 20:59 WIB
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. (Foto: ist)
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan kontribusi ekspor UMKM akan meningkat menjadi 21,6 persen. Untuk itu, digitalisasi dalam hal ini platform e-commerce harus dapat dimanfaatkan UMKM untuk memperluas pasar ekspor. 

Dalam mewujudkan target tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) siap berkolaborasi mewujudkan wirausahawan-wirausahawan tangguh, Go-Digital, dan Go-Global. 

Namun sayangnya, kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, statistik e-commerce 2020 (BPS) menunjukkan hanya 4,68 persen usaha e-commerce melakukan ekspor, 54,01 persennya adalah usaha di sektor perdagangan besar dan eceran bukan sektor produktif. "Transformasi digital menjadi salah satu agenda utama Pemerintah," ucap  dalam keterangan resminya, Sabtu (5/6).

Berita Terkait : LPDB Gelontorkan Dana Bergulir Rp 100 M Ke KSP Balo'Ta

Dibeberkan Teten, ada dua pendekatan untuk mendorong UMKM Go-Digital yaitu pertama, peningkatan literasi digital, kapasitas dan kualitas usaha. Digitalisasi tidak hanya untuk memperluas pasar namun juga di dalam proses bisnisnya, melalui penguatan database (basis data tunggal), peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan, dan pengembangan Kawasan/klaster Terpadu UMKM (factory sharing). 

Kedua, perluasan pasar digital melalui Kampanye BBI, On-boarding platform pengadaan barang & jasa (LKPP, PaDI), Live Shopping, dan Sistem Informasi Ekspor UMKM. Untuk onboarding UMKM, telah bertambah 4 juta UMKM atau total 12,1 juta UMKM yang sudah terhubung dengan ekosistem digital (19 persen total populasi UMKM).

"Target rasio kewirausahaan tahun ini sebesar 3,55 persen dan sebesar 4 persen di tahun 2024," tuturnya.

Berita Terkait : Menteri Teten: Koperasi Harus Jadi Solusi Pembiayaan Usaha Mikro

Berdasarkan data digitalisasi saat ini baru 12,1 juta UMKM yang sudah terhubung dengan ekosistem digital atau 19 persen total populasi UMKM.

Teten mengatakan, Inkubasi Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), sangat strategis dalam memberikan akses informasi, pengetahuan, digitalisasi, maupun teknologi bagi mahasiswa/UMKM untuk menjadi wirausaha/start-up sukses. 

Ia bilang, digitalisasi dapat menjadi peluang ekspor produk UMKM ke pasar dunia. Ia menjelaskan, ekspor nasional terus membaik, di mana pada Maret 2021 nilai ekspor naik 4.286,5 dolar AS atau naik 30,47 persen (yoy) dibanding Maret 2020. 

Berita Terkait : Menteri Teten Dorong Koperasi Simpan Pinjam Spin Off Ke Sektor Produktif

Sektor non-migas menyumbang 95,06 persen dari total ekspor dengan tiga negara tujuan ekspor utama China (21,36 persen), Amerika Serikat (11,86 persen), dan Jepang (7,91 persen).

"Kontribusi ekspor UMKM masih tergolong rendah yaitu 14 persen dibanding beberapa negara lainnya Singapura 41 persen, Thailand 29 persen atau China 60 persen," katanya. [DWI]