Dark/Light Mode

Pelaku Usaha Mikro Kurang Sentuhan

Senayan Minta Menteri Teten Perbanyak Pelatihan UMKM

Sabtu, 5 Juni 2021 07:05 WIB
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Dok. DPR RI)
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti kebijakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) yang tidak lagi memperbanyak program-program pelatihan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Padahal, pemerintah tengah berupaya meningkatkan indeks kewirausahaan masyarakat.

Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto mengatakan, program pelatihan untuk UMKM nyaris sama sekali tidak ada. Sementara, 97,5 persen pelaku usaha saat ini merupakan pelaku usaha mikro yang perlu sentuhan dan bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas usahanya.

“Satu hal yang hilang dari kementerian sekarang adalah pelatihan UMKM. Dulu kami dapat banyak pelatihan UMKM dan koperasi. Sekarang tidak ada. Kalau ditanya Pak Teten (Menteri Koperasi dan UKM), silakan Pak ke deputi. Tapi deputinya tidak begerak Pak. Katanya mau SDM yang berkualitas. Tapi begitu dikejar, diam,” sesal Darmadi dalam rapat kerja Komisi VI DPR bersama Kementerian Koperasi dan UKM di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis lalu.

Berita Terkait : Sudah Dilantik Jadi ASN, Kerja Pegawai KPK Harus Lebih Joss

Menurut Darmadi, indeks kewirausahaan sulit untuk naik jika pelatihan untuk mening­katkan kapasitas SDM UMKM tidak ada.

Walau demikian, dia mengapresiasi sikap Teten yang cepat merespons setiap masukan dari parlemen.

“Saya apresiasi Pak Menteri cepat kalau di WA. Yang lain di bawah diam saja. Kami minta perhatian jangan sampai 11 (program) kegiatan (Kementerian Koperasi dan UKM) ini cuma kertas kosong. Hasilnya tidak ada,” tambah Darmadi.

Berita Terkait : Haji Batal Berangkat, Puan Ngarep Kuota Indonesia Selanjutnya Ditambah

Darmadi merasa Kementerian Koperasi dan UKM yang ada saat ini kurang membumi. Mereka tidak tahu bahwa untuk menjangkau 97,5 persen usaha mikro diperlukan pelatihan yang sifatnya offline dengan teknik dan strategi tertentu.

Sementara program-program yang diusulkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM saat ini lebih cocok untuk segmen menengah. “Sehingga usaha mikro tetap tidak bisa di-upgrade,” kata politisi PDIP Dapil DKI Jakarta ini.

Dia pun mengingatkan, pemahaman terhadap karakter pelaku usaha mikro berbeda penanganannya dengan usaha kecil maupun menengah. Jika program yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM tidak berubah, dia khawatir sektor usaha mikro nasibnya tak akan berubah.

Berita Terkait : Banggar DPR Kawal Belanja Pemerintah Pulihkan Ekonomi

“Segmen usaha mikro tetap tertinggal dan tidak bisa naik kelas,” tambah dia.

Sementara, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap dukungan dari DPR, utamanya terkait anggaran. Dia pun mengaku miris sebagai menteri ketika ke lapangan menemukan banyak pelaku UMKM yang harus dibantu, sementara kapasitas yang dimiliki kementeriannya kecil. [KAL]