Dark/Light Mode

Kemenparekraf Harap PKB Ke-43 Bangkitkan Ekonomi Pulau Dewata

Jumat, 11 Juni 2021 17:58 WIB
Pesta Kesenian Bali (PKB). (Foto: Ist)
Pesta Kesenian Bali (PKB). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bali yang sebagian besar perekonomiannya disokong dari pariwisata babak belur dihantam pandemi Covid-19. Untuk membangkitkan ekonomi di Pulau Dewata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung penyelenggaran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-43 Tahun 2021 yang resmi dibuka besok.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani mengapresiasi penyelenggaraaan kegiatan ini. Sejatinya, penyelenggaraan kegiatan ini merupakan momentum yang dinanti dan diharapkan seluruh masyarakat karena. Kenapa demikian? Karena dapat menciptakan kesenangan, keterikatan, pengalaman, dan pemberdayaan.

"Kami mengapresiasi pemerintah daerah di Bali. Diharapkan event ini mampu memberdayakan berbagai industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Multiplier effect-nya terhadap perekonomian dapat dirasakan. Ini perlu menjadi perhatian dari kita semua, bahkan Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun akan membuka PKB ke-43 secara live dari Istana Presiden Jakarta," tutur Rizki di Jakarta, Jumat (11/6).

Berita Terkait : Presiden Ingin Bandara Soedirman Tingkatkan Ekonomi Warga Jateng

PKB ke-43 ini merupakan salah satu dari program "Kharisma Event Nusantara (KEN) 2021" yang diluncurkan April lalu dengan tujuan menggerakkan kembali roda perekonomian di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama di bidang event. Sebab itu, Kemenparekaf sangat mendukung penyelanggaran event yang akan berlangsung  hingga 10 Juli 2021.

Rizki menjelaskan, berdasar arahan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreati Sandiaga Salahuddin Uno bahwa pada setiap event KEN 2021 ada empat poin-poin yang menjadi perhatian pihaknya.

Pertama, localize, yakni mengangkat potensi lokal, otentik, dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Kedua, personalize, memberikan kesan. Ketiga, customize, dimana target audience dan spesifikasinya harus jelas. Keempat, smaller in size, bentuk kegiatan hybrid dan dukungan promosi diperkuat.

Berita Terkait : Menpora Yakin Penerapan Sport Science Bangkitkan Olahraga Nasional

Meski begitu, harus ada tiga poin yang perlu diperhatikan. Pertama, relevan. Tema harus berkaitan dengan kondisi, seperti kesehatan. Kedua, digitalize. Bersifat digital dengan teknologi terkini dan dekat dengan milinial. Ketiga, sustainble. Harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan, budaya dan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha mengatakan, PKB ke-43 Tahun 2021 mengambil tema Purna Jiwa: Prananing Wana Kerthi (Jiwa Paripurna Nafas Pohon Kehidupan). Artinya, memuliakan pohon/hutan sebagai simfoni harmoni semesta raya menuju kesejahteraan  hidup dengan  jiwa yang maha sempurna.

"Konsep adiluhung dalam tema PKB ke-43 Tahun 2021 akan menjadi pemantik kreativitas berbasis tradisi dan memotivasi generasi Bali masa kini untuk selalu mencintai kebudayaan leluhur, membangun karakter, jati diri dan kesejahteraan. Selain itu, PKB kali ini mengusung tagar #LuunganMabalihUliJumah dan #NontonPKBdariRumah, dengan harapan agar masyarakat Bali dan publik luas dapat menyaksikan serta menikmati seluruh rangkaian kegiatan PKB secara virtual (daring),” katanya.

Berita Terkait : Pemerintah Optimalkan BLT Desa untuk Pulihkan Ekonomi Daerah

Arya juga menjelaskan ada 73 mata acara akan dihadirkan selama penyelenggaraan PKB, melibatkan 10 ribu seniman dari komunitas dan sekala unggulan seluruh kabupaten/kota se-Bali, termasuk delegasi luar negeri. Agenda terdiri dari 43 jenis Rekasadana (Pergelaran); 3 jenis Utsawa (Parade); 13 Wimbakara (Lomba); 2 Kandarupa (Pameran); 6 kegiatan Kriyaloka (Lokakarya); dan 6 topik Widyatula (Sarasehan).

"Khusus untuk program Widyatula atau sarasehan, berbeda dengan penyelengaraan PKB tahun-tahun sebelumnya yang hanya diadakan satu kali, untuk tahun 2021 diselenggarakan enam kali sarasehan. Semua tajuk mempresentasikan tema utama PKB ke-43 mengenai upaya menjaga dan merawat lingkungan atau environment agar sustainable atau berkelanjutan," pungkas Arya Sugiartha. [MEN]