Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melaporkan, pihaknya saat ini baru melakukan pengambilan sampel untuk memastikan kemungkinan virus yang sama menyebar di tempat yang lain. Namun, Ganjar curiga, Corona varian baru itu telah memasuki sejumlah daerah di Jawa Tengah.
“Saya curiga pergerakan 3 minggu sebelumnya hanya tiga kabupaten, terus bertambah delapan dan sekarang bertambah 11, perasaan saya yakin ini varian baru,” kata dia.
Pemeriksaan WGS juga bakal dilakukan di wilayah lain. Ini untuk memastikan apakah varian baru Covid-19 telah menyebar ke daerah-daerah lain di Jateng.
Baca juga : Pemkab Kudus Berlakukan Gerakan 5 Hari Di Rumah
“Sampelnya baru dari sini (Kudus). Kita akan lakukan banyak lagi sampel ke tempat lain,” terang Ganjar.
Dengan ditemukannya Covid-19 varian India di Kudus, Ganjar berpesan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker. “Saya butuh dukungan masyarakat, kalau masyarakat tidak mendukung, nanti kucing-kucingan terus. Ingat varian baru sudah masuk di Kudus. Catat itu, sudah masuk di Kudus,” ujar Ganjar.
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mewanti-wanti kepada pemerintah dan masyarakat terkait masuknya Corona asal India ke Indonesia. Menurutnya, sedikit ada kelalaian, akan menyebabkan bahaya besar.
Baca juga : Belanda Vs Ukraina, Langsung Gaspol Menyerang
“Australia yang kontrol perbatasannya ketat, bisa ditembus vairan ini yang memang punya transmisiblitas lebih cepat dibanding varian lain. Waspada,” tulisnya di akun Twitter pribadinya, kemarin.
Apa bahaya Corona asal India ini? Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono menjelaskan, varian Delta lebih cepat menular dibanding varian Alpha dari Inggris. Penularannya varian Delta bisa 10 kali lipat lebih cepat dari yang biasa.
Selain penularannya yang jauh lebih cepat, virus Delta ini juga memiliki dampak keparahan penyakit yang lebih berat. Pasien yang terinveksi virus ini berbahaya dan semua kalangan usia bisa terserang dengan cepat.
Baca juga : Terpapar Covid, 2 WNI Meninggal Di Malaysia
Hal itu terjadi, karena varian asal India ini mengalami mutasi ganda dibanding varian B.1.1.7 dari Inggris yang hanya mempunyai mutasi tunggal. Mutasi ganda pada varian Delta menyebabkan adaptasi virus terhadap antibodi, dan tingkat keparahan penyakit lebih parah karena adaptasi itu. “Karena itu, varian India memiliki bahaya penularan yang lebih cepat dibanding varian Inggris,” katanya. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya