Dark/Light Mode

Menkes Pastikan Pasokan Oksigen Di RS Cukup

Jumat, 25 Juni 2021 18:35 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa pasokan oksigen untuk kebutuhan medis saat ini cukup. 

Hal ini disampaikan Menkes menanggapi isu yang beredar mengenai kurangnya ketersediaan oksigen,  khususnya untuk perawatan pasien Covid-19.

"Kami sampaikan  bahwa oksigen yang ada itu cukup," kata Menkes dalam keterangan pers secara virtual, Jumat (25/6) .

Menkes memaparkan, saat ini kapasitas produksi oksigen oleh produsen lokal di Tanah Air sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan industri, yaitu sebanyak 75 persen, dan hanya 25 persen untuk kebutuhan oksigen medis. Alokasi untuk industri tersebut, imbuhnya, akan dialihkan untuk produksi oksigen medis.

Baca juga : Realisasikan Proyek Geo Dipa, BNI Biayai 2 PLTP

Ia menyebutkan, ada satu perusahaan oksigen lokal yang memang memproduksi hampir 90 persen dari oksigen di rumah sakit-rumah sakit. 

Kapasitas perusahaan tersebut itu baru terpakai 25 persen, karena yang 75 persennya atau tiga kali lipat lebih besar itu digunakan untuk menyuplai industri.

"Komitmen dari perusahaan ini adalah, 75 persen ini siap diberikan untuk menyuplai oksigen di rumah sakit. Sehingga dengan demikian kita masih punya ruang yang cukup,"paparnya.

Adapun sembilan pabrik yang akan menyuplai oksigen medis tersebut, yaitu empat pabrik di Jawa Barat (Jabar), satu di Jawa Tengah (Jateng), dan empat di Jawa Timur (Jateng). 

Baca juga : Ganjar: Jangan Panik, Stok Oksigen Di Jateng Masih Aman

Menkes menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk memastikan pasokan listrik untuk pabrik-pabrik tersebut. 

Sehingga, kejadian aliran listrik terhenti dan mengganggu produksi yang terjadi di pabrik oksigen di Jateng beberapa waktu lalu tidak terulang kembali.

"Kita sudah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan agar suplai listriknya itu konsisten untuk seluruh pabrik-pabrik oksigen yang ada di Jawa agar mereka bisa berproduksi penuh dan tidak terganggu operasinya,” ujarnya.

Menkes menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi untuk menjamin kelancaran distribusi oksigen tersebut. Kebutuhan oksigen di Jateng yang hanya memiliki satu pabrik oksigen, imbuhnya, dapat dipenuhi dari pabrik lainnya di Jawa Barat atau Jawa Timur.

Baca juga : SehatQ Vaksinasi Pelayan Publik Dan Pekerja Ritel Di BSD

"Kita sudah berkoordinasi juga dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk memastikan bahwa logistik atau pergerakan dari truk-truk besar ini aman," ujarnya.

Menkes juga menegaskan,  bahwa stok tabung oksigen yang ada saat ini juga mencukupi. "Menteri Perindustrian sudah sampaikan ke saya bahwa sebenarnya jumlah tabung di kita pun ada stok 3.000 unit. Para produsen-produsen tabung ini umumnya adalah perusahaan dalam negeri, mereka juga bisa dengan cepat memproduksi tabung oksigen,” ujarnya.

Budi menambahkan, rumah sakit yang belum memiliki instalasi gas oksigen tidak perlu menambah stok tabung oksigen karena perputaran tabung tersebut akan diatur agar tidak terjadi kekurangan.

"Memang ada peningkatan yang tinggi sehingga perputaran tabungnya itu mesti dijaga. Karena logistiknya bagus, enggak perlu walaupun jumlah pemakaiannya lebih banyak, tabungnya enggak usah dari dua dibikin jadi empat atau delapan, tapi nanti pengisiannya lebih sering, yang tadinya satu bulan sekali menjadi dua hari sekali atau juga jadi seminggu sekali,” tandasnya (MFA)
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.