Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Luhut Ke Para Pengkritik Ekonomi
Temui Saya, Saya Ladeni
Jumat, 2 Juli 2021 07:50 WIB
Sebelumnya
“Selama masa pandemi ini kita berhasil, presiden berhasil semua bernavigasi di antara keadaan-keadaan yang sulit,” tandasnya.
Ia menampik, penerapan PPKM Darurat akan menambah runyam kondisi ekonomi dalam negeri. Justru, dengan pengetatan ini, ekonomi akan pulih lebih cepat.
“Dampak PPKM Darurat akan dimitigasi, dan ekonomi dapat pulih lebih cepat dari sebelumnya,” imbuhnya.
Baca juga : Agung Sedayu Bangkitkan Ekonomi di Tangerang
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah sepakat dengan indikator-indikator pemulihan ekonomi yang disebutkan Luhut.
“Memang ada beberapa indikator yang membaik,” kata Piter, ketika dihubungi, tadi malam.
Namun, kata dia, perlu juga diwaspadai bahwa dunia usaha belum mendapat kepastian berapa lama serangan Corona gelombang kedua ini akan berakhir. “Kalau benar hanya butuh waktu selama 3 minggu, mungkin benar ekonomi akan bisa rebound kembali. Tapi, bagaimana jika lebih panjang lagi?” ujarnya.
Baca juga : Peningkatan Literasi Kunci Selesaikan Persoalan Bangsa
Piter menambahkan, sejumlah sektor usaha, sudah sangat berdarah-darah selama pandemi Corona berlangsung sekitar 1,5 tahun ini. Nafasnya sudah tersengal-sengal. Jika kurva kasus Corona gagal ditekan dalam 3 pekan ini, bukan tidak mungkin pemulihan ekonomi akan terkoreksi kembali.
“Saya sependapat dengan pak Luhut bahwa ada indikator-indikator ekonomi yang membaik tapi ngapain sih mengklaim pemulihan ekonomi berhasil?” tanya dia.
Dia juga menilai, narasi-narasi menantang yang disampaikan Luhut tidak baik dipertontonkan di tengah masa sulit seperti saat ini.
Baca juga : Rampung 2022, PLBN Bangkitkan Ekonomi Baru Di Wilayah 3 T
“Pilihan narasi itu menjadi penting saat ini. Mungkin tujuannya baik. Pak Luhut terlalu bersemangat...he-he-he,” tutupnya. [SAR].
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya