Dewan Pers

Dark/Light Mode

Oksigen Menipis, Luhut: Impor Jadi Pilihan

Senin, 5 Juli 2021 13:40 WIB
Gas oksigen. (Foto: Tedy Kroen/RM)
Gas oksigen. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui terjadi kekurangan oksigen untuk pasien Covid-19 di sejumlah wilayah. 

Untuk memenuhi kebutuhan ini pemerintah berencana mengimpor oksigen medis dan mendorong produksi dalam negeri. Luhut memastikan saat ini proses impor oksigen sedang berjalan. 

Berita Terkait : Ini Jagoan Menpora Di Piala Eropa

"Terkait oksigen memang ada yang kurang di beberapa tempat. Tapi, segera kita kasih dan kita impor. Sekarang sedang on going," kata Luhut dikutip dari YouTube Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Senin (5/7). 

Luhut juga mendorong produsen oksigen medis dalam negeri untuk mengalokasi kebutuhan industri menjadi kebutuhan medis. Saat ini sudah ada lima produsen yang diminta melaksanakan hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 di Tanah Air. 

Berita Terkait : Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Belum Aman

"Dari lima produsen oksigen yang kita minta 100 persen dikasihkan kepada masalah kesehatan," ujarnya. 

Terkait ketersediaan tempat tidur yang kini menjadi momok sudah mulai diatasi. Eks Kepala Staf Kepresidenan ini menjelaskan, Kementerian Kesehatan telah mendorong rumah sakit untuk melakukan konversi tempat tidur sehingga meningkatkan kapasitas menjadi 30-40 persen untuk pasien Covid-19, termasuk mendirikan rumah sakit darurat. 

Berita Terkait : Dukung Petani Banyuwangi, LPEI Gelar Pelatihan Produk Pilihan

Walaupun begitu, Luhut menegaskan, situasi penanganan Covid-19 masih terkendali dan masyarakat tidak perlu panik. "Semua masih terkendali. Ada kritis di sana sini yes, tapi masih terkendali," tegasnya. [KPJ]