Dark/Light Mode

Kementan: Anjing Dan Kucing Belum Terbukti Tularkan Covid-19

Sabtu, 10 Juli 2021 14:49 WIB
Hewan peliharaan menjalani pemeriksaan oleh petugas kesehatan hewan/Ist
Hewan peliharaan menjalani pemeriksaan oleh petugas kesehatan hewan/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Nasrullah menyampaikan, risiko hewan kesayangan seperti anjing dan kucing menularkan covid-19 kepada manusia termasuk kecil. 

Hal ini berdasarkan pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE).

"WHO dan OIE telah menegaskan bahwa penularan utama Covid-19 terjadi antara manusia ke manusia," kata Nasrullah di Jakarta, Jumat (9/7).

Dia mengimbau, perhatian masyarakat dan pemerintah harus tetap fokus dalam pencegahan penularan Covid-19 antarmanusia. 

Meski demikian, Nasrullah menilai tetap perlu kewaspadaan dari masyarakat, karena potensi penularan dari hewan tetap ada walaupun kecil.

"Seperti halnya penularan virus melalui lingkungan atau barang, potensi penularan dari hewan kesayangan ke manusia tetap ada walaupun kecil," tegas Nasrullah.

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan Nuryani Zainuddin mengatakan, Kementan terus memonitor kemungkinan adanya hewan termasuk anjing dan kucing yang tertular SARS-CoV-2 atau Covid-19. Hal ini sebagai bentuk kesiagaan pemerintah atas potensi penularan.

Baca juga : Bener Nggak Sih, Air Kelapa Hijau Bisa Sembuhkan Covid-19?

Misalnya, dengan melakukan pemeriksaan sampel pada hewan, khususnya hewan kesayangan yang pemiliknya positif Covid-19 dan hewan yang dilalulintaskan.

“Sejauh ini hasilnya negatif. Saya mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada dinas terkait apabila ada hewan kesayangan yang diduga terinfeksi oleh virus penyebab Covid-19 dari pemiliknya,” imbuh Nuryani.

Sementara, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Syamsul Ma’arif mengatakan, sampai saat ini juga belum ada laporan ilmiah yang membuktikan hewan kesayangan, seperti anjing dan kucing dapat menularkan penyakit ini ke manusia.

Maka, menurutnya, masyarakat tidak perlu resah dan cemas berlebihan akan hal ini. Ia menyarankan masyarakat justru semakin merawat dan tidak menelantarkan hewan kesayangannya.

"Saya imbau agar masyarakat tidak resah dan tidak menelantarkan hewan peliharaannya, serta terus memelihara dengan baik dan memastikan kesehatan dan kesejahteraan hewan kesayangannya tersebut," pinta Syamsul. 

Terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB-PDHI) Munawaroh berpesan kepada masyarakat agar selektif dan cerdas dalam menerima informasi. 

Apabila ada informasi tentang kejadian Covid-19 pada anjing dan kucing, ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayainya, dan secara aktif berkonsultasi dengan dokter hewan praktek yang ada di wilayah masing-masing untuk mendapatkan informasi yang tepat. 

Baca juga : Hati-hati, Anak Kurang Gizi Rawan Kena Covid-19!

"Untuk para dokter hewan, saya minta apabila ada anjing dan kucing yang ditanganinya diduga sakit karena Covid-19, segera lapor ke dinas yang menangani fungsi kesehatan hewan setempat atau ke Balai Besar/Balai Veteriner terdekat," jelas Munawaroh.

Daftar BB/BVet:

1. BVet Bukittinggi 0752 28093 fax 0752 28290

2. BVet Medan  (061 8452253 kantor)

3. BVet Lampung +6281379230195 (call center)

4. BVet Subang (0260) 7423134

5. BBVet Wates 0274-773168(kantor). 08112955145 Humas

Baca juga : Partai Gelora : PPKM Darurat Belum Efektif Redam Covid-19 Varian Delta

6. BBVet Denpasar (081387481117) Koord. Yanvet.

7. BVet Banjarbaru:0511-4772249 (kantor), 0811500553 (bag.penerima sampel)

8. BBVet Maros : 0411-371105 (kantor), 082192162763

[KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.