Click Here

Dark/Light Mode

1,5 Juta Vaksin Moderna Bantuan Dari Amerika Tiba Di Soetta

Kamis, 15 Juli 2021 18:59 WIB
Menlu Retno LP Marsudi. (Foto: Setkab)
Menlu Retno LP Marsudi. (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah kembali menerima 1.500.100 vaksin Moderna bantuan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk program vaksinasi di Indonesia. 

Vaksin tahap dua itu tiba melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (15/7).

“Ini merupakan dukungan kerja sama Amerika Serikat melalui jalur multilateral COVAX Facility,” ujar Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, dalam keterangan persnya menyambut kedatangan vaksin tersebut, secara virtual.

Berita Terkait : Hari Ini, Tambahan 1,5 Juta Dosis Vaksin Moderna Sumbangan Amerika Tiba Di Tanah Air

Selain vaksin Moderna ini, kata Retno, malam ini Indonesia juga akan menerima pengiriman tahap kedua vaksin jadi AstraZeneca sebanyak 1.162.840 dosis, yang merupakan dukungan kerja sama bilateral dengan skema dose-sharing dari Pemerintah Jepang.

Retno menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh kedua negara sahabat tersebut. “Atas nama Pemerintah Indonesia, saya ingin sekali lagi mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang yang telah berbagi dosis vaksin, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral,” ujarnya dikutip dari situs Setkab.

Dengan kedatangan ini, maka jumlah vaksin Moderna dukungan kerja sama Pemerintah AS melalui COVAX Facility yang telah diterima Indonesia adalah sebesar 4.500.160 dosis. Sedangkan total vaksin dukungan dose-sharing bilateral dari Jepang yang sudah diterima ialah 2.161.240 dosis. 

Berita Terkait : 50 Juta Dosis Vaksin Pfizer Segera Tiba Di Tanah Air

Secara keseluruhan, per 15 Juli 2021 ini, Indonesia telah menerima 140.274.480 dosis vaksin, dengan 115.500.280 dalam bentuk bahan baku dan 24.774.200 dalam bentuk vaksin jadi. 

Retno mengatakan, tantangan kenaikan angka kasus Covid-19 tak hanya terjadi di Indonesia tapi juga dunia. Dirjen WHO baru-baru ini menyampaikan bahwa selama empat minggu terakhir dunia menghadapi kenaikan kasus secara terus-menerus di hampir semua kawasan. 

“Jumlah kematian global juga minggu ini mulai naik kembali, setelah sepuluh minggu secara berturut-turut mengalami penurunan,” ungkapnya. 

Berita Terkait : Lagi, 1,4 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Tiba Di Indonesia

Ditambahkan Retno, WHO mengatakan ada dua hal yang dapat dilakukan untuk menekan kasus Covid-19, yaitu pembatasan mobilitas dan percepatan vaksinasi. Menurut Retno, saat ini pemerintah menerapkan PPKM Darurat untuk menekan kasus Covid-19.

Retno menambahkan, pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengamankan pasokan vaksin untuk kebutuhan vaksinasi nasional guna mencapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi Covid-19. [DIT]