Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pandemi, Penyaluran KUR Pertanian Capai Rp 42,7 Triliun

Senin, 26 Juli 2021 14:05 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Pinjaman KUR Pertanian melalui konferensi video, Senin (26/07/2021). (Foto: Humas Setkab/Agung)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Pinjaman KUR Pertanian melalui konferensi video, Senin (26/07/2021). (Foto: Humas Setkab/Agung)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto melaporkan, bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pada sektor pertanian meningkat pesat dengan total penyaluran mencapai Rp 42,7 triliun tahun 2021. 

“Dari Rp 70 triliun target tahun 2021, penyalurannya sudah Rp 42,7 triliun. KUR pertanian dari tahun ke tahun meningkat dan tahun 2020 ke 2021 meningkat 29,8 persen,” kata Airlangga usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Pinjaman KUR Pertanian yang dipimpin oleh Presiden Jokowi melalui konferensi video, Senin (26/7).

Berita Terkait : Terus Naik, Penyaluran KUR Tak Terpengaruh PPKM

Secara lebih rinci, Menteri dari Partai Golkar ini memaparkan,KUR di sektor pertanian pada tahun 2021, antara lain disalurkan kepada subsektor perkebunan kelapa sawit sebesar Rp 9,5 triliun, pertanian padi Rp 7,8 triliun, perkebunan tanaman lainnya dan kehutanan Rp 5,5 triliun, pertanian hortikultura dan lainnya Rp 5,2 triliun, pembibitan dan budidaya sapi Rp 3,9 triliun, pembibitan dan budidaya domba dan kambing Rp 3,5 triliun, pertanian palawija Rp 2,7 triliun, mix farming Rp 2,6 triliun, serta pembibitan, pembenihan, budidaya, dan jasa lainnya Rp 1,1 triliun.

“Jadi secara klaster, KUR pangannya Rp 26,8 triliun, KUR hortikulturan Rp 7,84 triliun, perkebunan Rp 20,3 triliun, dan peternakan Rp 15,1 triliun dari segi target, tadi realisasinya,” ujarnya.

Lebih lanjut Airlangga memaparkan, selain memberikan tambahan subsidi bunga sebesar tiga persen, Pemerintah telah meningkatkan plafon KUR tanpa agunan dari yang sebelumnya Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. 

Berita Terkait : Aplikasi Maucash Sukses Salurkan Pinjaman Rp 1,1 Triliun

Pemerintah juga memberikan fasilitas KUR khusus untuk berkelompok atau klaster komoditas pertanian dan komoditas produktif lainnya. 

Selain itu juga dilakukan relaksasi terhadap sejumlah ketentuan KUR, seperti penundaan pembayaran pokok dan perpanjangan jangka waktu.

“Kebijakan KUR yang dikeluarkan, ini terkait dengan tanpa agunan, pemerintah sudah menaikkan plafon dari Rp 50 menjadi Rp 100 juta, dan KUR klaster ini menjadi hal yang akan terus didorong,” pungkasnya. [MFA]