Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 19,68 T

Jumat, 23 Juli 2021 15:04 WIB
Bank Mandiri. (Foto: ist)
Bank Mandiri. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) mencatat hingga Juni 2021 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 19,68 triliun kepada 200.339 debitor. 

Mayoritas dari KUR tersebut telah disalurkan ke KUR kecil sebesar Rp 16,01 triliun serta KUR Mikro Rp 3,63 triliun. Dari nilai penyaluran itu, sebanyak 58,03 persen atau setara dengan Rp 11,42 triliun telah disalurkan ke sektor produksi yang meliputi sub-sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, jasa produksi dan turunannya.

Senior Executive Vice President (SEVP) Micro & Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus Koernianto Triprakoso mengatakan, di sisa akhir tahun ini, pihaknya akan lebih banyak memfokuskan penyaluran KUR pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

"Menurut pemantauan kami, sektor-sektor tersebut masih memiliki potensi penyaluran KUR yang relatif besar karena menunjang ketahanan pangan dalam negeri," jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (23/7).

Berita Terkait : Kemendes PDTT Salurkan BLT Dana Desa Rp 5,9 Triliun

Selain itu, prospek sektor-sektor tersebut masih baik dikarenakan tidak terdampak pandemi Covid-19 secara signifikan. Sementara untuk KUR ke sektor produksi, akan terus ditingkatkan. Mengingat sektor ini menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi salah satu roda penggerak perekonomian nasional.

Lebih lanjut, dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi pada sektor UMKM, Bank Mandiri juga melakukan program restrukturisasi bagi debitor KUR yang terdampak pandemi Covid-19, berupa penundaan pembayaran pokok dan bunga.

"Kami berharap upaya ini dapat menjadi katalis untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional khususnya pada sektor UMKM," kata Josephus.

Diakuinya, meski masih dalam situasi pandemi Covid-19 penyaluran KUR tetap termitigasi dengan baik. Hal ini tercermin dari kualitas portofolio KUR Bank Mandiri yang mampu terjaga baik dengan total non performing loan (NPL) di posisi 0,45 persen per 30 Juni 2021.

Berita Terkait : Bank Mandiri Seusaikan Batas Tarik Tunai Di ATM Jadi Rp 20 Juta

Untuk mempercepat penyaluran Kredit Mikro termasuk KUR, Bank Mandiri juga memanfaatkan aplikasi Mandiri Pintar. Melalui platform digital kredit mikro ini diharapkan mampu mempercepat proses kredit nasabah.

Tidak cuma itu, Bank Mandiri juga telah memperluas skema-skema produk pembiayaan di sektor produksi untuk komoditas tertentu. Terutama di sektor pertanian yang menyesuaikan dengan kebutuhan masa tanam. Di mana pokok dan bunga dapat dibayarkan pada saat panen.

"Melalui strategi tersebut, Bank Mandiri optimis ruang penyaluran KUR di semester II-2021 masih terbuka," ucap Josephus.

Bank Mandiri juga optimistis mampu mendorong penyaluran KUR lewat potensi yang ada, dan dapat mencapai target KUR yang diamanatkan oleh pemerintah. Bahkan Josephus mengungkapkan, baru saja permintaan penambahan kuota KUR disetujui oleh pemerintah di 2021 yang sebelumnya sebesar Rp 31 triliun dan diberikan tambahan sebesar Rp 4 triliun lagi.

Berita Terkait : Bank Mandiri Ramal Pertumbuhan Kredit Paling Banter 5 Persen

"Sehingga kuota KUR Bank Mandiri di 2021 menjadi Rp 35 triliun," katanya. [DWI]