Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Jagat dunia maya sedang dihebohkan isu reshuffle kabinet. Namun, Istana adem-adem saja. Istana mengabarkan sampai saat ini belum ada pembahasan reshuffle. Reshuffle ini mulai merayap di dunia maya sejak Senin (7/5).
Tak jelas siapa yang memulai dan me- lambungkannya. Namun, dari perbincangan warganet, diketahui paling tidak ada dua alasan yang menyebabkan isu ini muncul di jelang akhir periode Jokowi-JK.
Pertama, soal proses hukum. Kedua soal kinerja. Soal hukum, seperti diketahui saat ini ada tiga menteri yang tersangkut kasus di KPK. Mereka adalah Menpora Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Baca juga : Menpora Turut Hadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor
Warganet menyoroti tiga menteri ini karena ruang kerja ketiganya pernah digeledah KPK. Ketiga menteri itu tersangkut kasus yang berbeda-beda. Imam terkait kasus suap penyaluran dana hibah KONI. Saat ini, menteri asal PKB itu masih berstatus saksi.
Adapun Lukman terkait kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama, yang melibat “Rommy” Romahurmuziy. Menteri asal PPP ini juga masih berstatus saksi.
Sementara kasus yang menyerempet Enggar adalah kasus suap yang melibatkan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. KPK belum menetapkan status hukum kepada menteri asal Nasdem ini. Namun ia berpotensi jadi saksi, karena ruang kerja dan rumahnya pernah digeledah KPK.
Baca juga : Banyak WNI Ke Luar Negeri Pada Hari Pencoblosan
Setelah ramai berhari-hari, Istana akhirnya menanggapi isu tersebut. Hampir semua pejabat Istana menanggapi, seperti Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet (Setkab) Pramono Anung, dan Juru Bicara (Jubir) Presiden Johan Budi SP. Pada intinya, ketiga pejabat itu mengaku belum mendapat informasi terkait reshuffle.
Jubir Presiden Johan Budi SP memastikan, hingga Lebaran nanti, tidak akan ada reshuffle. Ini terkait banyak hal. Persiapan mudik, menjaga kestabilan harga sembako dan sebagainya. “Tapi, saya tidak tahu kalau setelah Lebaran nanti. Kemungkinan bisa saja,” kata Jonan, di Komplek Istana, Rabu (8/5).
Hanya saja, kata Johan, setelah Lebaran itu bisa kapan saja. Bisa Juni, Juli, bahkan sampai Oktober nanti. Soal para menteri yang tersangkut kasus di KPK, Johan memastikan Presiden sudah memanggil para menteri tersebut. Dan menanyakan kenapa diperiksa KPK.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya