Dewan Pers

Dark/Light Mode

Vaksinasi BIN Dihadiri Jokowi, Budi Gunawan: Jadi Penyemangat Kami

Kamis, 19 Agustus 2021 11:52 WIB
Presiden Jokowi didampingi Kepala BIN Budi Gunawan meninjau vaksinasi di Madiun. (Foto: Dok. BIN)
Presiden Jokowi didampingi Kepala BIN Budi Gunawan meninjau vaksinasi di Madiun. (Foto: Dok. BIN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi didampingi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan dan Sekretaris Kabinet Pranomo Anung meninjau vaksinasi massal pelajar dan door to door di SMPN 3 Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8). Vaksinasi ini diselenggarakan BIN. Dalam vaksinasi ini, BIN menyediakan 50 ribu dosis dan 50 ribu paket bansos secara serentak di sembilan provinsi.

Di acara itu, Jokowi juga menyapa para peserta vaksinasi yang digelar di delapan provinsi lain. “SMAN 1 Medan, Sumatera Utara; Ponpes Madrasah Arifah Gowa, Sulawesi Selatan; SMAN 1 Batang Anai, Sumatera Barat; Madrasah Aliyah Negeri Bontang, Kalimantan Timur; SMPN 11 Depok, Jawa Barat; SMPN 5 Kota Semarang, Jawa Tengah; Ponpes Pandanarang Sleman, Yogyakarta; SMAN 5 Pekanbaru, Riau; Ponpes Almubaroq Serang, Banten. Semua pelajar jika sudah divaksin maka pembelajar tatap muka bisa dilakukan,” sapa Jokowi melalui Zoom, dari Madiun, Kamis (19/8).

Jokowi meminta para daerah segera menghabiskan stok vaksin yang ada. Sebab, di di pusat banyak. “Banyak stok yang datang. Habiskan, lalu pusat kirim. Semua wajib vaksin, baik pelajar maupun masyarakat,” tegasnya.

Budi Gunawan menyatakan, kehadiran Jokowi itu menjadi penyemangat bagi semua untuk terus berjuang mewujudkan target vaksin pemerintah 2 juta dosis per hari dan herd immunity nasional pada akhir 2021. “Belajar dari pengalaman penerapan PPKM Jawa-Bali diikuti dengan vaksin massif berdampak pada turunnya angka kasus positif dan turunnya angka kematian. Tentunya ini memberikan sinyal dan harapan bagi kita bahwa vaksinasi menjadi salah satu kunci utama dalam penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Dia menjelaskan, hari ini, untuk pelaksanaan vaksinasi di wilayah Jawa Timur, dilakukan di Kabupaten Madiun dan Kota Madiun. Vaksinasi pelajar dipusatkan di SMP Negeri 3 Mejayan, sebanyak 2.500. Rinciannya, vaksin untuk pelajar SMP dan MTs sebanyak 1.050 orang (SMPN 1, 2 3, SMP Muhammadiyah Dan MTsN Mejayan), untuk SMA, SMK, MAN sebanyak 1.300 orang (SMKN Wonoasri, SMKN Mejayan, SMK Model, SMK, PGRI Wonoasri, MAN Mejayan), dan tiga pesantren 150 orang (Ponpes Pilangkenceng, Pondok Klencong, Ponpes Basyariah).

“Sedangkan door to door sebanyak 3.000 orang (selama dua hari) di Kampung Pesilat, Kelurahan Krajan Kecamatan Kejayan, Kabupaten Madiun, dan pembagian bansos. Penelitian tentang efektivitas vaksin door to door membuktikan bahwa terjadi peningkatan partisipasi masyarakat, menjangkau keluarga yang belum memiliki akses, takut keluar rumah untuk menghindari kerumunan dan penularan Covid-19,” tegasnya.

Di Kota Madiun, vaksinasi diberikan kepada 3.000 orang. Terdiri dari vaksin pelajar di SMPN 4 Kejuron dan di SMAN 3 Kota Madiun. Sedangkan door to door dilaksanakan di tiga titik kecamatan Kertoharjo Kota Madiun.

Selain itu, katanya, sesuai perintah Presiden Jokowi untuk melakukan percepatan vaksinasi, hari ini BIN juga serentak kembali melaksanakan vaksinasi massal bagi pelajar SMP-SMA serta vaksinasi door to door dan pembagian bansos di sembilan provinsi epicentrum lainnya. Yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Riau, dan Sumatera Barat, dengan total 50 ribu vaksin dan 50 ribu bansos.
 Selanjutnya