Dewan Pers

Dark/Light Mode

Semester I 2021, Kapasitas Pembangkit EBT Tambah 217 MW

Jumat, 20 Agustus 2021 14:01 WIB
Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Dadan Kusdiana, dalam webinar yang diselenggarakan oleh Institute for Essential Service Reform (IESR) pada Kamis (19/8). (Foto: Dok. Kementerian ESDM)
Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Dadan Kusdiana, dalam webinar yang diselenggarakan oleh Institute for Essential Service Reform (IESR) pada Kamis (19/8). (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) cukup menjanjikan di Indonesia. Hingga pertengahan tahun 2021, kapasitas pembangkit listrik berbasis energi bersih tersebut naik hingga 217 Mega Watt (MW).

Berita Terkait : Semester I 2021, KPK Terima 1.137 Laporan Gratifikasi Senilai Rp 6,9 M

"Tambahan ini masuk ke dalam sistem jaringan (on grid) PLN. Ini capaian bagus, tapi untuk mencapai (target bauran EBT) 23 persen harus kerja empat sampai lima kali lipat dari sekarang, sehingga di tahun 2025 bisa mendeklarasikan target yang ditetapkan 23 perseb bisa tercapai," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana, dalam webinar yang diselenggarakan oleh Institute for Essential Service Reform (IESR) pada Kamis (19/8).

Berita Terkait : Semester I, BNI Kantongi Laba Rp 5 T

Dadan menambahkan total tambahan 217 MW tersebut diperoleh dari PLT Air Malea (90 MW), 9 unit PLT Minihidro (56 MW), PLTS Atap 13 MW, PLTP Sorik Marapi Unit 2 (45 MW), dan PLT Bioenergi (12,5 MW).

Berita Terkait : Semester I 2021, Properti Indonesia Mengalami Pertumbuhan

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, penambahan kapasitas pembangkit EBT sebesar 1.478 MW dengan kenaikan rata-rata sebesar 4 persen per tahun.
 Selanjutnya