Dewan Pers

Dark/Light Mode

Semester I 2021, Properti Indonesia Mengalami Pertumbuhan

Kamis, 12 Agustus 2021 22:44 WIB
Deputy CEO 99 Group Indonesia, Wasudewan / Ist
Deputy CEO 99 Group Indonesia, Wasudewan / Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - 99 Group menyajikan informasi dan akurat seputar induatri properti tanah air, dalam webinar online bertajuk 99 Group Quarterly Marketing Analysis: Cerdas Beli Properti untuk Investasi. Dengan menghadirkan narasumber dari Leads Property Services Indonesia.

Deputy CEO 99 Group Indonesia, Wasudewan dalam keterangan tertulisnya menuturkan Minat pembelian properti pada semester ini meningkat sebesar 40.5 persen dan minat penyewaan naik 25.40 persen. Tren tersebut dimanfaatkan oleh 99 Group dengan menghadirkan produk unggulan terbarunya, yakni Verified Listing dan properti aset bank.

Berita Terkait : Peru Dan Indonesia Rayakan 46 Tahun Persahabatan

“Rumah tapak masih jadi primadona pilihan masyarakat saat membeli properti. Tipe properti ini bahkan mengalami kenaikan peminat yang sangat tinggi dibanding tahun sebelumnya. Kita juga melihat adanya potensi baru dari tipe properti ruko yang semakin banyak dicari konsumen,” papar Wasudewan.

Menurutnya, Demografi pasar pencari properti turut memperlihatkan perubahan yang menarik. Jawa Timur memegang posisi pertama sebagai daerah dengan pertumbuhan minat pembelian properti tertinggi. Berdasarkan statistik 99 Group pada kuartal II/2021, minat properti di Jawa Timur bahkan melebihi Banten, Jawa Barat, dan Jabodetabek. Dari segi harga, properti dengan yang dipasarkan di bawah 400 juta sampai dengan 1 miliar rupiah masih menjadi yang paling diminati oleh lebih dari 50 persen konsumen saat ini. Meskipun demand properti di kisaran harga ini mencapai hampir 60 persen, suplai yang ada (40 persen) masih belum dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Berita Terkait : Angkasa Pura Properti Perpanjang Seleksi Mitra Pengembang Bandara YIA

Hal senada dikatakan CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, Pembelian properti dengan metode kredit bank atau KPR masih jadi pilihan utama konsumen, dengan cash keras jadi alternatif lain yang cukup diminati. Berbanding lurus dengan data tersebut, potongan harga merupakan promosi yang paling diharapkan konsumen dari developer.

“Untuk menarik perhatian konsumen, pihak developer bisa fokus untuk memberikan promo harga dan KPR, baik berupa diskon maupun cashback. Sementara konsumen bisa memanfaatkan promo KPR dari developer yang bekerja sama dengan bank.” ucapnya.

Berita Terkait : Menteri KKP Klaim Laut Indonesia Bebas Cantrang

Di sisi lain, tren suplai properti terbesar masih terkonsentrasi di tiga lokasi utama, yaitu DKI Jakarta (38.6 persen), Jawa Barat (23.1 persen), dan Jawa Timur (16.2 persen). Dengan jumlah demand (32 persen) yang melebihi supply (23.1 persen), Jawa Barat memiliki peluang menjanjikan bagi pengembang yang ingin meningkatkan jumlah properti di daerah tersebut. Berbanding terbalik, kondisi sebaliknya justru terjadi di Jawa Timur.

“Berbagai listing berkualitas yang telah dikurasi oleh tim profesional 99 Group juga akan hadir di acara Hari Properti Nasional 2021 nanti. Selain bisa menemukan properti pilihan terbaik, masyarakat bisa sekaligus menikmati berbagai hiburan dan membawa pulang hadiah menarik selama acara,” tambah Wasudewan. (ARM)