Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Mantapkan Komitmen Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi, Jokowi Terima Mendag UEA
Jumat, 3 September 2021 13:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hari ini, Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan Menteri Negara Urusan Perdagangan Luar Negeri Persatuan Uni Emirat Arab (UEA) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi di Istana Merdeka.
Dalam keterangan pers virtual yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, kunjungan ini memberikan nilai strategis dan mencerminkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan perdagangan dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Baca juga : Industri Hulu Migas Bantu Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi
Bersama Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA meluncurkan Indonesia-UEA Comprehensive Economic Parnertship Agreement (CEPA).
"Presiden menyambut baik peluncuran perundingan Indonesia-UEA CEPA, dan sudah dilakukannya putaran pertama perundingan. Presiden berharap, perundingan ini dapat dilakukan atau dapat diselesaikan kurang dari 1 tahun. Sehingga, dalam beberapa bulan ke depan, dapat diperoleh hasil perundingan mencapai progress yang cukup signifikan," jelas Retno.
Baca juga : Pejabat Egois, Pandemi Sulit Terkendali
Sejauh ini, perdagangan antara Indonesia dan UEA masih dapat ditingkatkan lebih banyak lagi, karena angka perdagangan baru mencapai 2,9 miliar dolar AS.
Retno menuturkan, Presiden mengharapkan adanya kemajuan sigfinikan terhadap kerja sama Indonesia-UEA untuk sovereign wealth fund (SWF) Indonesia.
Baca juga : Bantu Pulihkan Ekonomi, Parfum Inoku Ajak Masyarakat Wirausaha Mandiri
Presiden juga menyampaikan penghargaan, atas dukungan UAE terhadap Indonesia selama pandemi. Antara lain, berupa sumbangan 750 ribu dosis vaksin Sinopharm.
"Isu kerja sama dalam konteks kesehatan akan menjadi salah satu prioritas kerja sama antara kedua negara," tutup Retno. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya