Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jadi Icon Baru Banjarmasin, Jembatan Sei Alalak Selesai Dibangun

Sabtu, 4 September 2021 10:35 WIB
Pekerjaan pembangunan Jembatan Sei Alalak telah rampung.
Pekerjaan pembangunan Jembatan Sei Alalak telah rampung.

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsorsium PT Wijaya Karya dan PT Pandji (KSO Wika– Pandji) berhasil menyelesaikan pekerjaan Pembangunan Jembatan Sei Alalak

Selain menjadi icon baru, jembatan yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala ini telah mendapatkan sertifikat laik fungsi.

Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PUPR, Yudha Handita Panjiriawan mengatakan, secara keseluruhan hasil uji beban menunjukan hasil yang baik, data pengujian kemudian akan dibahas secara teknis oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) untuk rekomendasi keluarnya sertifikat laik fungsi.

"Secara umum hasil ujinya baik, ketika diberikan beban, lalu bebannya di release kondisi jembatannya kembali, seperti semula, ini mengindikasikan struktur jembatannya baik," ujar Yudha melalui keterangannya, Sabtu (4/9)

Konstruksi struktur utama jembatan terang Yudha, secara umum sudah selesai, saat ini di lapangan hanya ada pekerjaan pembongkaran jembatan rangka baja yang lama dan proses penyelesaian akhir yang ditargetkan rampung pada akhir minggu pertama September. 

Berita Terkait : Hari Ini, Kasus Sembuh Dan Kematian Tertinggi Ada Di Jateng

Serah terima sementara pekerjaan Provisional Hand Over (PHO) direncanakan dilaksanakan pada 15 September.

Sebagai informasi, jembatan Sei Alalak dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia 30 tahun dan menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin, dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Proyek jembatan ini dibangun menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dengan skema pekerjaan tahun jamak (multi years)

Direktur Utama Wika, Agung Budi Waskito mengatakan, Jembatan Sei Alalak merupakan jembatan dengan tipe cable stayed berbentuk melengkung pertama di Tanah Air. 

Proyek ini, menurutnya, semakin menambah rekam jejak dan portofolio Wika sebagai kontraktor yang concern dan implementatif pada pengembangan teknologi terkini konstruksi jembatan modern. 

Berita Terkait : Dialog Bareng Taretan Se-Dunia, Mahfud Cerita Stereotip Orang Madura

Sebelumnya, Perseroan terang Agung juga telah mengambil peran vital dalam konstruksi signature jembatan, antara lain, Jembatan Suramadu, Jembatan Cikubang, Jembatan Merah Putih, Jembatan Tumbang Samba, Jembatan Tayan, hingga Simpang Susun Semanggi. 

"Hal ini menunjukkan bahwa engineer-engineer muda Wika, engineer Indonesia memiliki kapasitas dan kapabilitas knowledge, inovasi dan daya saing yang cukup tinggi dalam percaturan konstruksi global," ujarnya.

Metode konstruksi yang digunakan pada Jembatan Sei Alalak adalah longline matchcast system, di mana sistem precast ini mampu mengefisienkan biaya dan mengoptimalkan kualitas terbaik. 

Kemudian, geometri tiang pylon asimetris ditujukan untuk mengatur cable stayed agar tidak bersinggungan dan tetap berada di luar deck jembatan serta menambah estetika.

Beton yang digunakan tambah Agung juga adalah beton kualitas tinggi  fc’45 Mpa (K-500 ) yang menggunakan material lokal guna mengoptimalkan potensi resources yang ada. 

Berita Terkait : Digarap Badan Pengkajian MPR, Hasil Kajian PPHN Diharapkan Selesai Awal 2022

Sehingga efektivitas dan keberhasilannya, bisa menjadi lesson learn sekaligus referensi bagi proyek-proyek lainnya.

"Wika menyampaikan terima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan oleh Kementerian PUPR. Insya Allah, proyek ini dapat dideliver tepat waktu dengan kualitas yang memuaskan dan bisa menjadi titik ungkit kebangkitan ekonomi Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.,” ujar Agung, optimistis menyelesaikan jembatan tersebut.

Sebagai iformasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) telah melakukan proses uji beban sebagai bagian dari rangkaian sertifikasi laik operasi pada Jembatan Sei Alalak, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan selama dua hari, 30-31 Agustus, baru-baru ini.

Pelaksanaan uji beban tersebut berlangsung secara ketat dan diawasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) dengan melibatkan sebanyak 32 truk dengan masing-masing beban seberat 24 ton. [MFA]