Dark/Light Mode

Hadapi Musim Tanam, Mentan Cek Ketersediaan Pupuk Di Kaltim

Selasa, 14 September 2021 16:10 WIB
Mentan), Syahrul Yasin Limpo meninjau pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kalimantan Timur, Selasa 14/
Mentan), Syahrul Yasin Limpo meninjau pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kalimantan Timur, Selasa 14/

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang musim tanam pada Oktober 2021, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo meninjau pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kalimantan Timur. 

Syahrul bersama rombongan datang untuk  memantau secara langsung proses dan kapasitas produksi Pupuk Kaltim yang ditargetkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pupuk dan siap disalurkan di wilayah tanggung jawab perusahaan di 8 wilayah, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. 

Dalam sambutannya, Syahrul menyambut baik persiapan yang dilakukan PKT secara menyeluruh. 

Berita Terkait : Hadang Varian Mu, Syarief Hasan Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk

Menurut Syahrul, industri pupuk, seperti PKT memiliki peran penting agar bangsa bisa tumbuh dan tangguh dengan mewujudkan kemajuan sektor pertanian. 

“Saya menyambut baik upaya yang dilakukan PKT untuk turut menyukseskan musim tanam kali ini, dengan memastikan kesiapan stok pupuk subsidi yang terbilang sangat aman untuk didistribusikan ke wilayah operasional PKT,” katanya melalui keterangannya Selesai (14/9). 

Untuk mencapai swasembada di tahun depan, Ia mengatakan, intervensi pupuk harus tinggi. “Saya siap membantu Pupuk Kaltim untuk penambahan stok dan kualitas pupuk,” ucapnya. 

Berita Terkait : Tanggapi Tantangan Budhi Sarwono, KPK Tegaskan Punya Bukti Kuat

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman juga memastikan bahwa Pupuk Indonesia telah menyiapkan pupuk secara nasional untuk menghadapi musim tanam nasional. 

Pupuk Indonesia bertanggung jawab dalam penyediaan dan penyaluran pupuk subsidi secara keseluruhan, di mana proses distribusinya dimonitor melalui teknologi Distribution Planning and Control System (DPCS) ke seluruh Indonesia dan ke seluruh kios. 

“Kami berharap kunjungan Menteri Pertanian bisa memberikan input yang tepat mengenai isu-isu tentang kualitas dan distribusi pupuk,” terang Bakir. 

Berita Terkait : Jadi Icon Baru Banjarmasin, Jembatan Sei Alalak Selesai Dibangun

Sementara Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi menyatakan, komitmennya untuk terus memaksimalkan ketersediaan pupuk dan operasional bisnis meski di tengah berbagai tantangan akibat pandemi Covid-19. 

Tercatat, per 9 September 2021 sebanyak 76.681 ton stok pupuk telah tersedia di gudang PKT yang tersebar di sejumlah wilayah tanggung jawab perusahaan, terdiri dari 73.596 ton Urea subsidi dan 3.085 ton NPK Formula Khusus. [MFA]