Dark/Light Mode

Airlangga: Pemerintah Siap Gelar Presidensi G20 Untuk Optimalkan Manfaat Bagi Indonesia

Selasa, 14 September 2021 21:45 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menggelar Konferensi pers Menuju Presidensi G20 Indonesia tahun 2022, Selasa (14/9). (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menggelar Konferensi pers Menuju Presidensi G20 Indonesia tahun 2022, Selasa (14/9). (Foto: Tangkapan layar YouTube)

 Sebelumnya 
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama dengan Kementerian Luar Negeri akan mengoordinasikan bahasan topik non keuangan (Sherpa Track).

Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia akan mengoordinasikan bahasan topik keuangan (Finance Track); sementara Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan akan mengoordinasikan Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara. Sedangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Media. Sebagai Ketua I Bidang Sherpa Track, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,

Berita Terkait : Gemilang Perpustakaan Nasional 2021, Apresiasi Tertinggi Bagi Insan Literasi

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah Indonesia akan menjalankan Presidensi G20 ini dengan mengoptimalkan manfaat bagi bangsa Indonesia, di bidang ekonomi, pembangunan sosial dan juga politik.

Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia dan juga menjadikan Indonesia sebagai role model pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Berita Terkait : Jebolan Program BEKAL Pemimpin Siap Berkontribusi Untuk Indonesia

Pemerintah memperkirakan dari aspek ekonomi, beberapa manfaat langsung yang dapat dicapai jika pertemuan dilaksanakan secara fisik adalah peningkatan konsumsi domestik hingga Rp 1,7 Triliun, penambahan PDB nasional hingga Rp 7,4 Triliun, pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor.

”Sekitar 150 pertemuan selama setahun penuh, secara agregat Pemerintah memperkirakan manfaat ekonomi yang mungkin timbul dari pelaksanaan rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia dapat mencapai 1,5 sampai 2 kali lebih besar dari pelaksanaan IMF-WBG Annual Meetings 2018 di Bali,” ujar Airlangga.
 Selanjutnya