Dark/Light Mode

Airlangga: Pemerintah Siap Gelar Presidensi G20 Untuk Optimalkan Manfaat Bagi Indonesia

Selasa, 14 September 2021 21:45 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menggelar Konferensi pers Menuju Presidensi G20 Indonesia tahun 2022, Selasa (14/9). (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menggelar Konferensi pers Menuju Presidensi G20 Indonesia tahun 2022, Selasa (14/9). (Foto: Tangkapan layar YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia bersiap untuk menyelenggarakan KTT G20 pada tahun 2022 mendatang. Tongkat estafet Presidensi G20 akan diserahkan secara resmi oleh Perdana Menteri (PM) Italia kepada Presiden Joko Widodo pada 30-31 Oktober 2021 mendatang, di Roma.

Ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi Presidensi G20, sejak forum ini dibentuk pada 1999 yang lalu. G20 merupakan forum ekonomi global yang dibentuk sebagai respons terhadap krisis ekonomi pada tahun 1997 / 1998.

Berita Terkait : Airlangga: Per 12 September, 72,9 Juta Penduduk Sudah Divaksin Dosis 1

G20 beranggotakan 19 negara utama penggerak ekonomi dunia, termasuk Indonesia, dan satu perwakilan regional yaitu Uni Eropa, yang memiliki PDB terbesar di dunia. Kelompok negara ini berkontribusi pada 85 persen PDB dunia, 75 persen perdagangan dunia, dan 80 persen investasi global, serta meliputi dua pertiga populasi penduduk dunia.

Dalam menentukan presidensi, G20 memiliki mekanisme regional basket rotation dimana saat ini adalah giliran negara yang berada di basket Asia.

Berita Terkait : Airlangga: Tak Ada Lagi Provinsi Yang Terapkan PPKM Level 4 Di Luar Jawa Bali

Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022 merupakan kali pertama bagi Indonesia, karena dari basket Asia, baru 4 negara yaitu Jepang, RRT, Korea Selatan dan Saudi Arabia yang sudah pernah menjadi tuan rumah Presidensi G20.
 Selanjutnya