Dark/Light Mode

Pertama Di RI Dan Asia Tenggara

Hari Ini, Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Di Karawang

Rabu, 15 September 2021 13:11 WIB
Presiden Jokowi saat peletakan batu pertama (groundbreaking) Pabrik Industri Baterai Kendaraan Listrik PT HKML Battery Indonesia, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, (15/9) pagi. (Foto: Istimewa)
Presiden Jokowi saat peletakan batu pertama (groundbreaking) Pabrik Industri Baterai Kendaraan Listrik PT HKML Battery Indonesia, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, (15/9) pagi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari ini, Presiden Jokowi melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Pabrik Industri Baterai Kendaraan Listrik PT HKML Battery Indonesia, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, (15/9) pagi.

“Kita patut bersyukur, hari ini ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bahkan yang pertama di Asia Tenggara, dengan nilai investasi sebesar 1,1 miliar dolar AS," kata Jokowi dalam sambutannya.

Pembangunan pabrik ini merupakan wujud keseriusan pemerintah, untuk melakukan hilirisasi industri serta mengubah struktur ekonomi  yang selama ini berbasis komoditas menjadi berbasis industrialisasi.

 “Menjadi negara industri yang kuat, dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi,” imbuhnya.

Berita Terkait : Aturan Ganjil Genap Hanya Untuk Kendaraan Luar Kota

Pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik ini merupakan kolaborasi antara perusahaan Indonesia  dengan perusahaan Korea Selatan.

Jokowi berharap, kerja sama tersebut bisa semakin diperkuat, termasuk realisasi kerja sama investasi dalam industri baterai dan kendaraan listrik.

“Saya berpesan agar kolaborasi yang terbangun bukan hanya di antara perusahaan-perusahaan besar atau BUMN-BUMN kita, tetapi juga melibatkan usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah,” tandasnya.

Presiden meyakini, pengembangan industri baterai listrik ini akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai. Seperti motor listrik, bus listrik, dan mobil listrik.

Berita Terkait : Bamsoet Dukung BPPT Kembangkan Fast Charging Station Kendaraan Listrik

Untuk itu, pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan dan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik.

“Pemerintah juga akan terus menggulirkan reformasi struktural, untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan kepada para pelaku usaha dan para investor, untuk mengembangkan usahanya di negara kita Indonesia. Pemerintah juga terbuka atas berbagai inisiatif kerja sama dengan negara-negara sahabat,” papar Jokowi.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahaladia menekankan, pabrik baterai kendaraan listrik ini akan memprioritaskan pembukaan lapangan pekerjaan bagi pekerja lokal.

Hal ini ditegaskan dalam perjanjian kerja sama dengan investor dari Republik Korea.

Berita Terkait : Senayan Dukung Pemerintah Percepat Pengembangan Industri Farmasi

“Luar negeri boleh, selama dia memenuhi spesifikasi-spesifikasi khusus dan jabatan-jabatan tertentu,” kata Jokowi.

Usai memberikan sambutan, Presiden Jokowi menekan sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia.

Acara ini dihadiri secara hybrid oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Umar Hadi, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Taesung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Selain itu, juga ada Chairman Hyundai Motor Group Chung Eui-sun, President Hyundai Motor Asia-Pacific Lee Kang Hyun, CEO LG Energy Solution Jonghyun Kim, CEO PT HKML Battery Indonesia William Hong. [HES]