Dark/Light Mode

Workshop Penyuluh Pertanian Di Ciamis

Mentan: Produktivitas Tinggi, Kesejahteraan Petani Meningkat

Minggu, 19 September 2021 15:18 WIB
Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo. (Foto : Kementan)
Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo. (Foto : Kementan)

 Sebelumnya 
Sistem pertanian tradisional, katanya, dicirikan oleh produktivitas yang rendah, penggunaan varietas lokal, dikerjakan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak. Sistem pertanian ini belum memanfaatkan mekanisasi pertanian serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Pertanian modern dicirikan masifnya varietas berdaya hasil tinggi, menerapkan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi era industri 4.0,” pungkas Dedi.

Di sejumlah daerah, program IPDMIP terus digeber. Sepertihalnya terlihat di Kabupaten Ciamis. Guna optimalisasi program Integrasi Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Partisipatif (IPDMIP), Dinas Pertanian Kabupaten menggelar workshop dan rapat koordinasi. Kegiatan ini diikuti 16 BPP yang tersebar pada 14 daerah irigasi dan dilaksanaka di Aula BPP Kecamatan Ciamis, 28-29 Agustus 2021.

Baca juga : Menjaga Efektivitas Dan Keamanan PeduliLindungi

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Lilis Widaningsih, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk optimalisasi kegiatan penyuluhan di daerah irigasi. “Para penyuluh yang hadir berkesempatan berbagi informasi kegiatan sekolah lapangan di daerahnya, serta berbagi pengalaman, sehingga terjadi ajang tukar informasi dan bersama-sama pula mengevaluasinya,” ujar Lilis.

Menurut dia, sektor pertanian adalah strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sebab mayoritas rakyat Indonesia, khususnya di Kabupaten Ciamis, bermata pencarian sebagai petani.

“Untuk itu, penyuluh memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan para petani, peran dan tanggung jawabnya perlu ditingkatkan dalam berbagi pengetahuan,” tuturnya.

Baca juga : BPS Catat Kesejahteraan Pak Tani Kian Membaik

Senada, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Armina menyampaikan bahwa progres kegiatan IPDMIP di Kabupaten Ciamis pada tahun ini mencapai 46%.

“Kami optimis terus meningkat. Apalagi giat kelembagaan dan pemberdayaan petani melalui kelompok tani maupun gabungan kelompok tani makin masif,” katanya.

Armina menuturkan, kapasitas petani harus lebih baik. Petani tidak sekadar mengetahui tanam, panen, dan jual, petani itu harus mampu bagaimana meningkatkan produksi, mengelola nilai jual agar tinggi, dan mengelola keuangan.

Baca juga : Top, Permintaan Ekspor Produk UMKM Tetap Tinggi Saat Pandemi

“Dalam program IPDMIP ini ada empat komponen inti yaitu; Penguatan kerangka kerja pengelolaan irigasi, perbaikan pengelolaan sistem irigasi, peningkatan infrastruktur irigasi, dan peningkatan pendapatan petani beririgasi,” tuturnya.

Keempat komponen tersebut, ujarnya, menjadi kewenangan Dinas Pertanian, yang dilaksanakan dalam bentuk; pengembangan SDM untuk layanan penyuluhan dan petani, mobilisasi kelompok tani, Pelatihan dan pembiayaan, peningkatan produksi dan distribusi benih padi, lLiterasi keuangan, fasilitasi rantai nilai dan dukungan jasa keuangan.

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka dilaksanakan sekolah lapangan di masing-masing daerah irigasi, rantai nilai, pelatihan literasi dan edukasi keuangan bagi kelompok tani dan petani,” ujar dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.