Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jumlah Pasien Di Wisma Atlet Terus Turun, Kewaspadaan Tetap

Selasa, 17 Agustus 2021 21:55 WIB
Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta,
Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta,

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, mengalami tren penurunan. Penurunan ini menjadi kado istimewa di HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan, per hari ini jumlah pasien Covid-19 sebanyak 1.503 pasien dengan angka hunian 19,04 persen. 

Jumlah ini jauh menurun dibandingkan puncak Covid-19 pada 30 Juni 2021 sebanyak 7.157 pasien.

“Ini menjadi kado bagi kita semua di Hari Kemerdekaan RI ke 76. Semoga terus turun dan pandemi segera berakhir,” ujarnya, Selasa (17/8).

Berita Terkait : Kominfo Dorong Startup Terus Berinovasi Di Masa Pandemi

Ia menjelaskan, turunnya jumlah pasien itu merupakan hasil kerja keras bersama semua komponen dari Pemerintah, Satgas Covid-19, TNI-Polri dan semua lapisan masyarakat.

"Meningkatnya kepatuhan dalam menjalankan disiplin protokol kesehatan menjadi faktor penting, untuk bersatu-padu memutus mata rantai penularan Covid-19," jelas Ratmono dikutip Antara.

Selain itu, kata dia, upaya 3T, yaitu testing, tracing dan treatment yang semakin baik membuat penularan bisa dicegah lebih lanjut. 

Untuk pasien menjalani isolasi mandiri, upaya perawatan juga semakin membaik sehingga mengurangi tingkat penularan.

Berita Terkait : BPS Catat Jumlah Kunjungan Wisman Turun 7,71% Pada Juni 2021

Kepala Pusat Kesehatan TNI-AD itu menilai, kebijakan Pemerintah untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarat (PPKM) Darurat yang beberapa kali diperpanjang membuahkan hasil.

“Kebijakan ini jelas berpengaruh besar untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujarnya.

Ratmono berharap semua pihak tidak lengah dengan turunnya jumlah pasien. 

Ia mengingatkan kejadian sebelumnya, setelah angka turun, muncul kelengahan dan tidak patuh lagi pada protokol kesehatan, sehingga penularan Covid-19 kembali meningkat.

Berita Terkait : Ironi, Kasus Positif Turun, Kematian Tinggi

“Kita jangan sampai lengah lagi, apalagi ancaman Covid-19 bisa muncul dengan varian-varian baru. Kita harus tetap waspada,” harapnya.

Ratmono menegaskan, faktor vaksinasi yang terus meningkat juga berperan signifikan dalam menurunkan angka penularan Covid-19. 

“Divaksin kondisi tubuh akan lebih baik saat terinfeksi Covid-19, bila dibandingkan jika tidak divaksin,” pungkasnya. [MFA]