Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tinjau PLBN Aruk Dan Entikong

Menhub Pastikan Pengawasan Di Pintu Masuk Negara Berjalan Baik

Minggu, 19 September 2021 20:43 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk dan Entikong, di Kalbar, Minggu (19/9). (Foto: Kemenhub)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk dan Entikong, di Kalbar, Minggu (19/9). (Foto: Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Ketua Komisi V DPR Lasarus meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk dan Entikong, di Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (19/9). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan pelaku perjalanan internasional di pintu masuk negara berjalan dengan baik, dalam rangka mengantisipasi dan mencegah masuknya varian baru Covid-19 ke Indonesia.

BKS, sapaan akrab Budi Karya, secara tegas mengatakan, penanganan warga masyarakat, khususnya para Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang melintas pada kedua PLBN ini harus dilakukan secara intensif. Petugas harus memastikan, masyarakat yang melintas dalam kondisi sehat.

"Kita tahu bahwa Kalbar memiliki jalur perbatasan darat yang sangat panjang  dengan Malaysia. Kita harus memastikan WNI yang melintas mendapat penanganan kesehatan yang baik. Apalagi kita ketahui ada varian baru, Mu dan Lambda, dan kita tidak ingin ada varian baru itu masuk ke Indonesia," ucap BKS.

Berita Terkait : Menjaga Brand Dapat Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Hasilnya tinjauan BKS, masih menemui masyarakat yang melintas masuk tetapi belum melakukan tes PCR di Malaysia. "Tadi tadi ada contoh 4 orang dari Malaysia belum dilakukan PCR. Dan di PLBN ini Kemenkes sudah memberikan alat PCR dan juga alat Antigen. Artinya, mereka yang masuk tanpa ada data PCR/Antigen saat keberangkatan, kita bisa lakukan tes di sini, sehingga kita bisa memisahkan mereka yang negatif dan positif," terangnya.

Sesuai ketentuan, selain dilakukan tes PCR H-3 sebelum kedatangan, tes juga akan dilakukan di lokasi kedatangan. Setelah itu, pelaku perjalanan harus dikarantina selama 8 hari. Pada hari ke-7, harus melakukan tes PCR kembali. BKS menganjurkan agar masyarakat yang sudah negatif untuk dilakukan vaksinasi pada hari kedelapan.

BKS juga menyoroti kapasitas untuk isolasi masyarakat yang positif Covid-19 di kedua PLBN yang dinilai masih kurang. Dia mencatat, setidaknya dalam satu hari terdapat 50-150 orang yang melintas. Untuk itu, perlu segera mencari tempat alternatif guna menambah kapasitas ruang isolasi.

Berita Terkait : Kepala BPIP Dan Mendes: Jadikan Desa Sebagai Masa Depan Indonesia

Menhub juga meminta Satgas Covid-19 di daerah, termasuk TNI/Polri, untuk mengawal proses pemindahan masyarakat yang hasil tesnya positif dari Entikong ke Pontianak. "Saya minta kepada Satgas, khususnya TNI/Polri, untuk mengawal ketat proses pemindahan dari Entikong sampai ke Pontianak sejauh 200 kilometer," pintanya.

Ketua Komisi V DPR Lasarus mengapresiasi langkah Pemerintah dalam penanganan WNI yang akan masuk Indonesia dari luar negeri, dalam hal ini dari Malaysia. "Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah. Saya mendampingi langsung Pak Menteri dalam rangka memantau sejauh mana penanganan warga kita yang masuk dari Malaysia ke Indonesia," ucapnya.

Lasarus mengatakan, ada beberapa persoalan di PLBN yang perlu ditindaklanjuti. Seperti kebutuhan infrastruktur, termasuk rumah penampungan untuk isolasi dan juga air bersih termasuk alat PCR. "Kita sepakat bahwa upaya yang dilakukan di perbatasan ini adalah upaya untuk memastikan mereka yang melintas dalam keadaan sehat sebelum masuk ke Indonesia," ujarnya.

Berita Terkait : Kunker Ke Klaten, Presiden Pastikan Vaksinasi Covid-19 Berjalan Lancar

Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dari Luar Negeri dengan Transportasi Darat (SE Nomor 75 tahun 2021), Laut (SE Nomor 76 tahun 2021), dan Udara (SE Nomor 74 tahun 2021). SE tersebut mengatur pembatasan di pintu kedatangan pelaku perjalanan internasional baik di PLBN, Pelabuhan, maupun Bandara. Untuk Bandara yang dibuka hanya di Bandara Soekarno Hatta dan Sam Ratulangi Manado. Untuk Pelabuhan hanya dibuka di Pelabuhan Batam dan Nunukan. Serta, untuk PLBN hanya dibuka di Terminal Entikong dan Aruk.  [USU]