Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Nasir Bangun Akademi Di 40 Pesantren
Santri Zaman Now Pintar Ngaji, Juga Melek Teknologi
Sabtu, 8 Desember 2018 10:50 WIB
Sebelumnya
Nasir menggaris bawahi pentingnya pembangunan akademi berbasis komunitas dengan rencana pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang digaungkan pemerintah. Pembangunan infrastruktur kini dinilai telah memadai dan akan berpindah titik berat pada pembangunan SDM. Pembangunan SDM yang masih di yakini dapat meningkatkan tingkat daya saing bangsa. Pasalnya, lanjut Nasir, daya saing global manusia Indonesia, saat ini masih berada di urutan 45 dari 140 negara.
Baca juga : Berharap Besar Menambah Cadangan Migas Baru Dari 128 Cekungan Sedimen Indonesia
Selain menambah nilai daya saing, akademi komunitas juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapan tenaga kerja meng hadapi dunia kerja dan menjadi wirausahawan yang mandiri. Pasalnya, tingkat pengangguran di SMS dan SMK sampai kini masih tinggi. Meski sudah ada penurunan dari 9,2 persen menjadi 6,2 persen dalam dua tahun terakhir sejak upaya pendidikan tinggi vokasi digelar, namun hal itu masih dianggap belum maksimal.
Baca juga : Siapkan Gerakan 812, Malaysia Ketularan 212
“Kembangkan apa yang menjadi kekuatan di masing-masing daerah. Pesantren sebagai pusat pembelajaran dan agen perubahan dapat menentukan jenis-jenis kearifan lokal yang layak dikembangkan sebagai kurikulum pembelajaran di akademinya,” imbuh Nasir. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya