Dark/Light Mode

Banyak Puntung Rokok Di Venue Dayung PON, Basuki Sindir Dirjen Cipta Karya

Senin, 4 Oktober 2021 08:32 WIB
Arena Dayung PON XX Papua (foto:Ist)
Arena Dayung PON XX Papua (foto:Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau sarana dan prasarana venue Dayung yang dibangun Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Papua, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya serta mengecek lintasan Dayung dengan mengendarai kapal. 

Basuki berpesan kepada BPPW Papua, untuk melengkapi venue Dayung dengan tempat sampah dan kursi-kursi taman agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berekreasi. 

"Pesan saya jaga kebersihan. Tadi saya lihat masih banyak puntung rokok. Jadi saya minta ke balai untuk lengkapi tempat sampah dan kursi-kursi agar dapat menjadi destinasi wisata selain Jembatan Youtefa," pesan Basuki dikutip Minggu (3/10). 

Selain meninjau area venue Dayung, Menteri dua periode ini menyerahkan piala kepada para kontingen Dayung yang berhasil meraih Juara I, II, dan III pada final cabang olahraga (Cabor) Dayung di PON XX Papua. 

Baca juga : Dukung UMKM Difabel, Mendag Pastikan Hadir Untuk Rakyat

Basuki menyampaikan selamat kepada para atlet yang telah menjadi juara pada pertandingan olahraga Dayung di PON Papua. 

"Harapan saya dengan adanya fasilitas ini, olahraga Dayung di Indonesia, khususnya di Papua, dapat lebih meningkat ke depan dan mampu bersaing di ajang internasional. Selamat kepada Pemda Papua dan selamat kepada seluruh atlet yang ikut pertandingan PON ini.Tetap semangat dan raih prestasi yang lebih tinggi lagi," kata Basuki. 

Menurut Basuki, arena olahraga Dayung di PON Papua merupakan venue terbaik dan terindah di Indonesia dengan latar belakang perbukitan Abepura. 

Venue Dayung dibangun tidak jauh dari Jembatan Youtefa yang membentang di atas Teluk Youtefa. 

Baca juga : Tak Punya NIK Untuk Divaksin, Tenang Di DKI Bisa Pakai Surat Domisili

Pembangunan venue Dayung juga menjaga kualitas dari segi kekuatan, kerapihan, kenyamanan dan keselamatannya, sehingga dapat digunakan untuk pertandingan berskala internasional.  

"Venue Dayung yang digunakan untuk Asian Games 2018 di Jakabaring dibangun dengan embung buatan, tetapi di Papua ini berada di teluk alami, sehingga venue ini bisa menjadi tempat rekreasi masyarakat Jayapura, termasuk bisa digunakan untuk pertandingan skala internasional," tuturnya. 

Basuki yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI), menambahkan, para atlet PODSI yang bertanding di PON Papua bisa menjadi contoh dalam menjunjung tinggi solidaritas bangsa, di mana berasal dari berbagai provinsi di Indonesia seperti Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua, dan Kalimantan. 

"Pesertanya banyak dari Non Pelatnas, artinya  program regenerasi dan pembinaan PB PODSI berjalan. Saya lihat tadi yang Non Pelatnas juga ada yang juara," ujarnya. 

Baca juga : Bandara Internasional Lombok Siap Dukung Perhelatan Superbike Di The Mandalika

Sebagai informasi, pembangunan venue Dayung untuk PON Papua, mulai dilaksanakan sejak Februari 2020 dan telah selesai sejak Agustus 2021. Pelaksana pembangunan dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan anggaran APBN. 

Pembangunan Venue Dayung diawali dengan pekerjaan pengaman pantai berupa reklamasi seluas 19.771 m2 oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Ditjen Sumber Daya Air. Selanjutnya di area reklamasi dibangun oleh BPPW Papua berupa gudang perahu seluas 1.867 m2 dan menara finish 62,38 m2.

Venue ini memiliki lintasan sepanjang 2.200 meter dan lebar 81 meter (9 lintasan) dengan total luas lintasan 1,7 hektar. Selain itu juga dilengkapi 8 unit penanda jarak, 8 unit pancang penahan, 2 unit obstacle canoe slalom, menara start seluas 14 m2, 2 unit menara pelurus seluas 9 m2, dan menara pantau sebanyak 5 unit seluas 9 m2. [MFA]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.