Dewan Pers

Dark/Light Mode

SEAQIL-Balai Bahasa Bali Teken MoU Tingkatkan SDM Bidang Bahasa

Rabu, 13 Oktober 2021 14:06 WIB
Direktur SEAQIL Luh Anik Mayani dan Kepala Balai Bahasa Bali Toha Machsum menandatangani MoU untuk peningkatan SDM di bidang bahasa, di Bali, Selasa (12/10). (Foto: SEAQIL)
Direktur SEAQIL Luh Anik Mayani dan Kepala Balai Bahasa Bali Toha Machsum menandatangani MoU untuk peningkatan SDM di bidang bahasa, di Bali, Selasa (12/10). (Foto: SEAQIL)

RM.id  Rakyat Merdeka - SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) dan Balai Bahasa Bali menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), di Hotel Puri Santrian, Bali, Selasa (12/10). Penandatanganan MoU kedua belah pihak dilakukan Luh Anik Mayani selaku Direktur SEAQIL dan Toha Machsum selaku Kepala Balai Provinsi Bali.

MoU ini bertujuan memperkuat fungsi kedua lembaga dalam peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang bahasa melalui berbagai kegiatan. Seperti pelatihan, lokakarya, seminar, dan program kerja sama lain guna mendukung tugas dan fungsi pokok institusi masing-masing.

Luh Anik Mayani menyampaikan, Balai Bahasa Provinsi Bali merupakan mitra strategis dan potensial dalam pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), literasi, serta program lain yang mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yakni Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM).

“Melalui kolaborasi dan sinergi antara SEAQIL dan Balai Bahasa Provinsi Bali, peluang untuk pertukaran sumber daya di antara kedua lembaga akan semakin terbuka. Khususnya dalam pelaksanaan program-program yang mendukung kebijakan kemendikbudristek,” ujar Luh Anik.

Dalam program yang lebih luas, kerja sama dua lembaga diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru bahasa di Bali dan juga di daerah lain di Indonesia.

Toha Machsum mengungkapkan, penandatanganan MoU antara SEAQIL dan Balai Bahasa Provinsi Bali merupakan tindak lanjut penjajakan kerja sama yang dilakukan dua institusi di Juni lalu, hingga ada titik temu untuk bidang yang dapat dikerjasamakan kedua belah pihak. Toha berharap, penandatanganan MoU ini dapat segera ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan kegiatan, khususnya untuk program BIPA, literasi, dan program untuk peningkatan kualitas guru-guru bahasa di Bali.

Sebagai lembaga yang sama-sama bergerak dalam bidang kebahasaan, sinergi SEAQIL dan Balai Bahasa Provinsi Bali diharapkan dapat semakin meningkatkan kinerja lembaga kedua belah pihak, khususnya dalam pemajuan pendidikan bahasa.

SEAQIL merupakan salah satu pusat regional dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara. Di Indonesia, SEAQIL berada di bawah koordinasi Kemendikbudristek dan berfokus pada pengembangan kualitas guru bahasa BIPA (Arab, Jepang, Jerman, dan Mandarin) serta tenaga kependidikan melalui pelatihan, seminar, lokakarya, jejaring dan pelayanan lainnya. [USU]