Dark/Light Mode

Kementan Gerakkan Solidaritas Membeli Dan Konsumsi Telur Ayam Ras Dari Peternak

Kamis, 14 Oktober 2021 09:42 WIB
Telur ayam/Ist
Telur ayam/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) menggalakkan gerakan membeli telur ayam ras langsung dari peternak, sebagai upaya stimulan stabilitas telur ayam ras di tingkat peternak.

“Kami akan memberikan solusi yang terbaik kepada peternak unggas nasional,” ujar Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Sugiono saat audiensi bersama kelompok Paguyuban Peternak Nusantara di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (11/10).

Sugiono menyampaikan, keberpihakan pemerintah pada peternak rakyat khususnya perunggasan tidak perlu diragukan. Seluruh potensi dan sumber daya di Kementan akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan solusi yang terbaik atas permasalahan peternakan unggas nasional.

“Kami akan berjuang untuk Merah Putih. Apalagi di masa pandemi, pemerintah akan selalu hadir untuk setiap golongan masyarakat, termasuk para peternak rakyat,” tegasnya.

Berita Terkait : Kembangkan BLK Maritim, Kemnaker Apresiasi Pemerintah Austria

Meski demikian, dalam upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencari solusi terbaik bagi persoalan peternakan perunggasan nasional, diperlukan dukungan semua pihak. 

Dia menyadari, tidak setiap kebijakan akan memuaskan semua pihak atau memberikan dampak yang instan di lapangan.

“Saya berharap kita saling membantu dan mendorong terjadinya kestabilan supply dan demand. Ujungnya, kestabilan harga dapat tercapai,” imbuh Sugiono.

Dia menegaskan, sinergi seluruh pihak terkait dan kepentingan di sektor peternakan menjadi keharusan, baik pemerintah pusat dan daerah, organisasi peternak, swasta nasional dan stakeholder lainnya.

Berita Terkait : Kementan Libatkan Masyarakat Tekan Rabies Lewat KASIRA

Kebijakan pemerintah yang akan diambil tentunya akan berpihak kepada kepentingan semua pihak. Diharapkan, semua pemangku kepentingan harus bersatu dan menyelesaikan lewat cara-cara yang baik tanpa anarkis.

“Silakan sampaikan tuntutan kalian kepada kami, tapi dengan cara-cara yang benar tanpa anarkis," ucap Sugiono.

Terpisah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Nasrullah mengatakan, pemerintah selama ini terus melakukan upaya serius memecahkan permasalahan peternakan rakyat. Bahkan evaluasi kebijakan selalu melibatkan pelaku usaha, asosiasi peternak, dan peternakan rakyat/UMKM.

“Kita selalu mendengar masukan berbagai pihak. Bahkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2017 juga merupakan hasil dari masukan semua pihak. Kita akomodir kepentingan mereka,” kata Nasrullah.

Berita Terkait : Orang Miskin Ditarget Nol Persen Pada 2024

Dia memastikan, sampai saat ini pihaknya terus aktif berkomunikasi mendengarkan masukan dari beberapa Asosiasi Perunggasan seperti GPPU, PINSAR dan GOPAN. Karena, asosiasi tersebut merupakan representatif dari para peternak dan pengusaha secara nasional. 

"Di forum dan kegiatan rembug peternak, pemerintah pun selalu hadir. Ini karena kita ingin paham dan mendalami apa harapan mereka," papar Nasrullah.

Nasrullah mengimbau, para pegawai di lingkup Ditjen PKH Kementan khususnya dan lingkup Kementan umumnya agar lebih rajin membeli telur dari peternak rakyat. Hal ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dalam rangka meningkatkan supply dan demand.

"Membantu penyerapan telur dari peternak, maka kami mengimbau semua pegawai Kementan beli telur. Ini juga sebagai aksi solidaritas Kementan peduli peternak rakyat dengan membeli telur para peternak rakyat," tutur Nasrullah. [KAL]