Dark/Light Mode

SEAQIL Gandeng 20 Institusi Bahasa Dan Sekolah Untuk Sempurnakan SKP BIPA

Kamis, 14 Oktober 2021 12:56 WIB
Direktur SEAQIL Luh Anik Mayani (kanan) memberian plakat penghargaan narasumber Diseminasi SKP BIPA Nyoman Riasa. (Foto: SEAQIL)
Direktur SEAQIL Luh Anik Mayani (kanan) memberian plakat penghargaan narasumber Diseminasi SKP BIPA Nyoman Riasa. (Foto: SEAQIL)

RM.id  Rakyat Merdeka - SEAQIL bersama dengan Balai Bahasa Provinsi Bali melakukan pertemuan dengan 20 institusi bahasa dan sekolah di Bali untuk menyempurnakan Standar Kompetensi Pengajar (SKP) Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Selasa (12/10). Di acara ini, SEAQIL menghadirkan dua pakar BIPA, yakni Felicia N Utorodewo dan Nyoman Riasa, sebagai narasumber. Keduanya merupakan tim pengonsep SKP BIPA.

Selain menyempurnakan naskah yang sudah ada, pertemuan ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang SKP yang telah disusun kepada para pengajar dan pemangku kepentingan bidang BIPA.

Direktur SEAQIL Luh Anik Mayani, menyampaikan, Bali merupakan salah satu daerah dengan jumlah pemelajar dan penyelenggara BIPA terbesar. "Oleh karena itu, Bali menjadi tempat yang strategis untuk pemelajar asing belajar bahasa sekaligus budaya Indonesia,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (14/10).

Secara tidak langsung, Bali pun menjadi salah satu tempat dengan sumber daya BIPA mumpuni. Dalam hal ini, termasuk banyaknya pakar dan para pengajar BIPA.

Luh Anik berharap, diseminasi SKP ini tidak hanya berhenti di para pengajar BIPA. Namun juga dapat terus disebarluaskan kepada sesama para pendidik, pegiat, ataupun pemerhati BIPA yang ada di lingkungan sekitar.

Selama kegiatan, para narasumber dan peserta berdiskusi secara interaktif untuk mendapatkan masukan dari para pengajar dan pemangku kepentingan bidang BIPA. Beberapa hasil diskusi antara lain adalah pencantuman dasar hukum terkait BIPA, penegasan eksplorasi ataupun lokalisasi materi budaya berdasarkan lokasi pembelajaran seperti lagu, pakaian, tari, kuliner ataupun adat kebiasaan, dan kurikulum yang dapat pula diterapkan pada jenjang sekolah dasar.

Pada akhir pertemuan, seluruh pihak setuju bahwa SKP BIPA ini dapat dijadikan salah satu acuan dalam pengembangan kompetensi para pengajar BIPA. [USU]