Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terbelah Selama Pilpres
Menteri Ryamizard Serukan Purnawirawan TNI Akur Lagi
Minggu, 26 Mei 2019 05:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyerukan seluruh purnawirawan TNI yang menjadi pendukung capres kembali bersatu merajut persatuan. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mengingatkan komitmen membela kepentingan NKRI yang sering diucapkan ketika masih aktif
Ryamizard menegaskan, pilpres sudah selesai. Tidak ada lagi perbedaan pendukung 01 (Jokowi-Ma’ruf) dan 02 (Prabowo-Sandi).
“Kepada teman-teman saya para purnawirawan, baik di pihak Pak Jokowi ataupun di pihak Prabowo, mari kita menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ajak Ryamizard di Kantornya.
Dukungan purnawirawan TNI pada pilpres terbelah dua. Di kubu 01 antara lain ada Moeldoko, Luhut Binsar Pandjaitan, Fachrul Razi, Suadi Marasabessy, Freddy Numberi, dan Bernard Kent Sondakh.
Baca juga : Menhan: Sekarang Sudah Tidak Ada Lagi 01 Dan 02
Sementara di kubu 02 antara lain Djoko Santoso, Sjafrie Syamsuddin, Tedjo Edi Purdijatno dan Glenny Kairupan. Kendati sudah pensiun, kiprah para purnawirawan di ajang pilpres tidak bisa dianggap remeh.
Mereka menempati posisi-posisi strategis di tim pemenangan. Melakukan pemetaan politik dan operasi penggalangan dukungan.
Ryamizard mengingatkan para purnawirawan tentang komitmen setia kepada NKRI yang sering disampaikan saat menjadi prajurit TNI aktif.
Dia yakin rasa cinta terhadap NKRI sudah terpatri di hati dan pikiran para purnawirawan.
“Saya mengimbau agar rasa itu (cinta NKRI) dibangkitkan kembali di dalam jiwa,” ajaknya.
Baca juga : Bandara NYIA Segera Operasi, Pertamina Siapkan Pasokan Avtur
Ryamizard meminta purnawirawan TNI yang tidak puas dengan hasil pemilu agar menempuh jalur hukum. Jangan melakukan tindakan inkonstitusional.
Dia tidak mempersoalkan siapa pun untuk melakukan unjuk rasa, menyampaikan pandangannya tentang pemilu. Namun itu dilakukan baik-baik. Proses penyelesainya juga harus melalui mekanisme hukum seperti mengadu ke Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi (MK). Dan, jika nanti lembaga itu sudah memutuskan, semua harus menghormati.
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan belum lama ini menyentil aksi para purnawirawan TNI pendukung 02 yang mendukung gerakan masyarakat memperjuangkan kedaulatan rakyat.
“Memangnya hanya mereka yang purnawirawan? Saya purnawirawan juga. Apakah hanya mereka yang merasakan (aspirasi) rakyat?” kata Luhut. Luhut meminta para purnawirawan tidak berbicara yang aneh-aneh.
Baca juga : Kementan Dorong Sukabumi Jadi Sentra Bawang Putih
“Mungkin di antara mereka belum pernah dengar desingan peluru, kok. Sudahlah, kalau itu, saya dan teman-teman nggak akan mau melacurkan profesionalisme kami,” ucapnya. (QAR)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya