Dark/Light Mode

Perluas Sentra Produksi

Kementan Dorong Sukabumi Jadi Sentra Bawang Putih

Rabu, 24 April 2019 19:45 WIB
Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi (kanan). (Foto: Humas Kementan)
Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi (kanan). (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementa) tengah masif memperluas sentra produksi bawang putih guna mewujudkan target swasembada di 2021 mendatang. Salah satu daerah yang tengah didorong menjadi sentra bawang putih di Jawa Barat adalah Sukabumi.

“Bawang putih yang sedang dikembangkan di Sukabumi terhampar di kaki Gunung Gede Pangrango, tepatnya di perkebunan Goalpara, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja. Kami meninjau ada 25 hektare yang ditanam untuk disiapkan menjadi benih. Ke depan, areal budi dayanya akan dikembangkan lebih luas. Sukabumi ini sangat prospek untuk budi daya bawang putih,” kata Dirjen Hortikultura, Kementan, Suwandi, di Sukabumi, Rabu (24/4).

Suwandi menjelaskan, pengembangan bawang putih di Sukabumi ini merupakan implementasi Program Wajib Tanam Bawang Putih bagi Importir. Dalam program ini, importir diwajibkan memproduksi 5 persen dari total pengajuan rekomendasi impornya.

Baca juga : Kementan Terus Tingkatkan Pengembangan Sentra Sayuran Organik

”Tahun 2018 kita sudah tanam 11 ribu hektare. Tahun ini 20 sampai 30 ribu hektare. Setiap tahun naik 2 sampai 3 kali lipat dari luas yang ada,” jelasnya.

Menurut Suwandi, untuk memenuhi konsumsi dalam negeri, dibutuhkan 69 ribu hektare lahan dengan total kebutuhan bawang putih nasional 550 hingga 600 ribu ton per tahun. Saat ini, seluruh produksi akan dijadikan benih dan ditargetkan sampai dengan 2021 luas pertanaman mencapai 90 hingga 100 ribu hektare, dengan produktivitas 8,9 ton per hektare.

“Wilayah pertanaman sudah mencakup 110 kabupaten, termasuk di Jawa Barat yaitu Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut dan Majalengka. Daerah- daerah ini agroklimatnya mendukung untuk pertanaman bawang putih,” sambung Suwandi.

Baca juga : Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil Dan Klengkeng Kateki

Dia menegaskan, hasil panen bawang putih di Sukabumi dapat menjadi terobosan baru untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Sebab, hasilnya pun cukup bagus. Melalui pengawalan langsung Kementan dan Dinas Pertanian setempat, lokasi yang sudah beberapa kali menanam bawang putih, namun baru kali ini bisa membuahkan hasil.

“Harga benihnya Rp 40 ribu-Rp 60 ribu per kilogram. Saat ini menanam seluas 25 hektare, ditingkatkan menjadi 75 hektare, kemudian 150 hektare. Ini hasilnya bagus untuk percontohan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Direktur PT Agri Muda Indonesia, importir yang melakukan wajib tanam bawang putih di Sukabumi ini, Arief Widia mengatakan, penanaman bawang putih yang dilakukakanya menggunakan bibit Great Black Leaf (GBL). Bibit sebanyak 13 ton ditanam di lahan seluas 25 hektare.

Baca juga : Kementan: Harga Bawang Merah Berangsur Turun

“Awalnya, kami melakukan demplot dengan mendatangkan bibit dari Taiwan. Petani berhasil membuktikannya, sehingga usaha yang dilakukan tidak sia-sia," kata Arief.

Keberhasilan ini, sambung Arif, tidak lepas dari dukungan Kementan, Pemerintah Daerah, dan optimisme yang tinggi bersama beberapa sejumlah alumni Universitas Padjajaran. “Kami melihat 90 persen bawang putih kita dari impor. Bagaimana cara supaya mendukung Pemerintah, kami uji coba terus, akhirnya menemukan metode yang tepat. Kalau orang lain gagal, saya ingin berhasil,” jelas Arief.

Menurut Arief, dengan biaya produksi 90 juta per hektare, dapat menghasilkan panen luar biasa, mencapai 12 juta ton per hektare. Dari tanam hingga panen, memakan waktu selama empat bulan. “Apalagi Pak Dirjen hadir di sini, kami disemangati, harus bisa mencapai luas tanam 500 hektare ke depannya,” ucapnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.