Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kebut Transisi Energi, Jokowi Ngajak AS Investasi Di Sektor EBT

Selasa, 2 Nopember 2021 08:04 WIB
Kebut Transisi Energi, Jokowi Ngajak AS Investasi Di Sektor EBT

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi membahas sejumlah penguatan kerja sama Indonesia-Amerima Serikat (AS) dalam pertemuan bilateral dengan Presiden AS Joe Biden, di Scottish Event Campus (SEC), Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11).

Presiden Jokowi mengapresiasi kerja sama yang dilakukan selama pandemi.

Pertama, Indonesia menghargai kerja sama bidang kesehatan selama pandemi. Mulai dari penerimaan stok vaksin melalui mekanisme dose-sharing, ventilator, obat-obatan teurapeutik, hingga alat kesehatan lainnya.

Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia tertarik untuk menjadi bagian dari rantai pasok global di bidang, kesehatan melalui pembangunan industri kesehatan di Tanah Air.

Kedua, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya untuk memperkuat kerja sama ekonomi, terutama dalam pengembangan ekonomi hijau.

Berita Terkait : Bantu RI Kebut Transisi Energi Dan Ekonomi Hijau, Inggris Guyur Dana Rp 132,63 Triliun

Menurut Presiden, Indonesia dapat menjadi mitra kerja sama ekonomi yang handal.

Ketiga, terkait perubahan iklim, Presiden kembali menekankan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon.

Indonesia telah menunjukkan hasil yang baik dalam menurunkan tingkat deforestasi secara signifikan,.dan tingkat kebakaran hutan yang berada pada titik paling rendah dalam 20 tahun.

"Saya akan restorasi hutan bakau hingga 600 ribu hektare dalam 3 tahun ke depan. Ini akan menjadi konservasi hutan mangrove terbesar di dunia,” jelasnya.

Dalam sektor energi, Presiden Jokowi menyebut telah mencanangkan transformasi Indonesia menuju energi baru dan terbarukan, serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau.

Berita Terkait : Hari Ini, Jokowi Terima Presidensi G20 Dari PM Italia

Presiden Jokowi pun mengajak Amerika Serikat untuk melakukan investasi pada energi baru dan terbarukan (EBT). Termasuk, pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai lithium.

"Saya harapkan dukungan AS melalui investasi yang mempercepat transisi energi, khususnya teknologi rendah karbon,” imbuhnya.

Terakhir, mengenai presidensi Group of Twenty (G20) Indonesia, Presiden Jokowi sangat menghargai dukungan Amerika Serikat terhadap presidensi Indonesia yang mengambil tema Recover Together, Recover Stronger. 

Inklusivitas akan menjadi kunci presidensi Indonesia tahun depan.

Di masa presidensi, Indonesia ingin mendorong kerja sama konkret di sejumlah sektor utama seperti memastikan transisi digital yang inklusif bagi pertumbuhan dan pembangunan, mendorong investasi dan alih teknologi rendah karbon yang terjangkau, serta keuangan inklusif. Khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM), perempuan, dan kelompok rentan.

Berita Terkait : Semangat Juara Menular, Ridwan Kamil Terapkan Investasi Ketok Pintu

“Kita harus jadikan G20 relevan, tidak saja bagi anggotanya, tapi juga bagi dunia utamanya negara berkembang,” ucap Presiden Jokowi.

Selain itu, kedua Kepala Negara juga melakukan tukar pikiran mengenai berbagai isu internasional. Antara lain demokrasi, Myanmar dan Afghanistan.

Pertemuan kedua Presiden ini dilakukan dengan sangat hangat dan bersahabat berlangsung selama satu jam.

Dalam pertemuan bilateral ini, Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Erick Thohir. [HES]