Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kota Batu, Jawa Timur (Jatim), diterjang banjir bandang. Puluhan rumah hancur, enam warga dilaporkan meninggal. Bencana ini jadi perhatian serius dan obrolan hangat para netizen. Banyak ucapan duka dan kritik disampaikan, namun tak banyak yang langsung menyerang Khofifah Indar Parawansa sebagai penguasa wilayah Jatim. Khofifah beruntung tidak kena “batu” dari musibah di Batu.
Banjir bandang ini terjadi usai hujan deras yang mengguyur Kota Batu sejak Kamis (4/11) petang. Sungai Brantas meluap, kemudian airnya menerjang perkampungan. Dalam video yang tersebar luas di medsos, kemarin, terlihat air dan lumpur mengalir deras menerjang puluhan rumah. 15 orang dikabarkan hanyut terbawa arus.
Baca juga : Korban Meninggal Banjir Bandang Kota Batu Bertambah Jadi 6 Orang
Tercatat ada enam titik terdampak yang tersebar di dua kecamatan: Bumiaji dan Batu. Di Bumiaji, Desa Bulukerto, Desa Sumberbrantas, Desa Punten, dan sekitaran Jalan Raya Dieng Desa Sidomulyo. Sedangkan satu lainnya berada di Jalan Raya Selecta Desa Tulungrejo Kecamatan Batu.
Hingga kemarin, 6 orang orang dinyatakan meninggal, dan 3 orang hilang. Banjir bandang juga membuat 17 unit rumah rusak, 4 kandang ternak rusak, 28 unit motor hanyut, 3 unit mobil hanyut, dan 8 ekor hewan ternak hilang.
Baca juga : Khofifah Pantau Langsung Evakuasi Dan Penanganan Banjir Bandang Di Kota Batu
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyarankan Pemkot Batu menetapkan status tanggap darurat. "Disarankan dua minggu ke depan," kata Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan, kemarin.
Melihat kejadian ini, Khofifah langsung turun ke lapangan. Kemarin, mantan Menteri Sosial ini datang ke Kecamatan Bumiaji, serta daerah di sekitarnya yang terdampak banjir bandang. Ia meminta evakuasi para warga yang berada di bantaran sungai sebagai antisipasi banjir susulan.
Baca juga : Banjir Bandang Di Kota Batu Renggut 2 Korban Jiwa, 6 Orang Masih Dicari
"Karena prediksi masih ada hujan susulan, maka diharapkan agar seluruh hunian di bantaran sungai harus segera dievakuasi. Hal ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan keselamatan," ujar Khofifah.
Terkait proses rehabilitasi dan rekonstruksi, ia mengatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemkot Batu serta Kementerian PUPR. Sebab, wilayah terdampak aliran banjir masih bagian dari aliran anak sungai Brantas.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya