Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jubir Kemenhub: Bandara Halim Masih Beroperasi Normal

Selasa, 9 Nopember 2021 21:36 WIB
Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati. (Foto: ist)
Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati mengakui, pemerintah berencana melakukan revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma demi mempertimbangkan faktor keselamatan.

Karena, saat ini telah terjadi penurunan kualitas elemen bandara. Namun, Adita menegaskan, bandara masih tetap beroperasi normal.

Berita Terkait : Kunjungi Jambi, Mentan Minta Hilirisasi Nanas Berorientasi Ekspor

"Sampai saat ini Bandara Halim Perdanakusuma masih beroperasi seperti biasa. Jadi penerbangan komersial, aktivitas kemiliteran masih berjalan seperti biasa. Pada masyarakat, penerbangan komersial terjadwal maupun tidak terjadwal masih berlangsung seperti biasa," katanya dalam keterangan video, Selasa (9/11).

Menurutnya, pemerintah akan melakukan sosialisasi terlebih dulu ke masyarakat, maskapai, operator dan stakeholder terkait hal lainnya jika nantinya revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma sudah dimulai.

Berita Terkait : Jalani Pengobatan, SBY Hari Ini Bertolak Ke AS

"Kami akan sampaikan jika ada perubahan dan pasti berikan waktu bagi maskapai, operator dan stakeholder terkait untuk persiapan diri jika nanti dilakukan revitalisasi dan sudah akan ditegaskan kapan akan dimulai," ujarnya.

Seperti diketahui, Kemenhub berencana merevitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma untuk meningkatkan faktor keselamatan penerbangan.

Berita Terkait : HNW: Maulid Nabi, Momentum Para Pemimpin Berinstropeksi

Revitalisasi dilakukan mengingat Bandara Halim Perdanakusuma punya fungsi yang vital, namun terjadi penurunan kualitas elemen bandara terutama runway atau landas pacu.

Pembahasan intensif tengah dilakukan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Udara, Kementerian Keuangan, Sekretariat Negara, Kementerian PUPR, Angkasa Pura II serta pemangku kepentingan terkait lainnya. [KPJ]