Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ini Proses Penggunaan Smart Card Saat Jemaah Haji Berangkat ke Arafah
Jumat, 7 Juni 2024 14:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ada yang baru dalam proses pemberangkatan jemaah haji 1445 H/2024 M dari hotel ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jemaah haji akan melakukan proses scan barcode Smart Card terlebih dahulu sebelum naik ke bus.
Smart Card menjadi salah satu terobosan otoritas Arab Saudi pada penyelenggaraan haji tahun ini. Jemaah yang tidak memiliki Smart Card dilarang masuk ke Armuzna, apapun kedudukannya.
Pemerintah Saudi akan menempatkan para petugas yang melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan seluruh jemaah di Armuzna memiliki smart card. Pemerintah Saudi menyiapkan sanksi berat bagi para pihak yang melanggar.
Baca juga : Tunggu Mandat PBB, 4 Batalyon TNI Siap Berangkat Ke Gaza
“Ketentuan ini bukan untuk menakut-nakuti. Kita justru ingin memberikan hak untuk jemaah haji yang sudah membayar. Sehingga, mereka bisa melaksanakan ibadah hajinya dengan tenang dan nyaman,” terang Ketua Masyariq M Amin Indragiri, dalam Rapat Koordinasi dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan pimpinan Maktab, di Makkah, Kamis (6/6).
Pertemuan ini membahas persiapan layanan menjelang puncak haji di Armina. Salah satu yang dibahas adalah distribusi Smart Card yang beru diberlakukan tahun ini dan skema penggunaannya dalam proses pergerakan jemaah ke Armuzna.
Maktab adalah para pihak yang membantu Masyariq dalam memberikan layanan kepada jemaah haji Indonesia. Total ada 73 maktab yang melayani jemaah haji Indonesia.
Baca juga : Muzdalifah Sangat Padat, PPIH Terapkan Skema Murur untuk Jaga Keselamatan Jemaah Haji
Berikut prosedur penggunaan Smart Card saat keberangkatan jemaah ke Arafah:
- Bus akan datang ke hotel jemaah bersama petugas yang membawa alat scan barcode.
- Jemaah bersiap di lobi hotel sesuai dengan jadwal keberangkatan ke Arafah yang telah disusun.
- Petugas melakukan scan barcode pada Smart Card jemaah sehingga namanya muncul dalam manivest.
- Jemaah yang sudah melalui scan barcode dipersilakan menaiki bus.
- Jika sudah penuh, manivest akan ditutup dan pintu bus disegel.
- Bus berangkat menuju Arafah. Pintu bus baru akan dibuka setelah sampai di depan pintu masuk setiap Maktab.
- Dilarang membuka pintu segel kecuali setelah sampai Maktab di Arafah.
- Jika kedapatan segel robek atau rusak, jemaah dalam bus tidak boleh masuk ke Arafah.
- Dalam perjalanan dari Makkah ke Arafah, akan ada pemeriksaan (check point) yang dilakukan secara acak oleh pihak keamanan umum.
“Kami berharap proses ini akan berjalan tidak begitu lama. Ini bagian dari tantangan kita semua atas kebijakan baru yang diterapkan tahun ini. Tapi insya Allah jika kerja sama antara Maktab dan Sektor perumahan jemaah haji Indonesia terjalin dengan baik, semua akan ringan. Ini tanggung jawab bersama,” ucap Amin Indragiri.
Rapat Koordinasi ini dihadiri Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) M Ali Ramdhani, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, para Staf Khusus Menteri Agama, para Pejabat Eselon II Kemenag, Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam. Hadir juga para pimpinan dari 73 Maktab.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya