Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan kuota sebanyak 55.000 jemaah yang akan mengikuti skema murur (tak turun dari bus) saat mabit (bermalam) di Muzdalifah pada malam 10 Zulhijjah. Hingga Minggu siang (9/5), sudah ada 32.554 jemaah yang mendaftar murur.
"Sudah ada 32.554 yang daftar, 60 persen dari kuota," ujar Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Subhan Cholid, di Kantor Daker Makkah, Minggu (9/6).
Baca juga : DPR Minta Jemaah Haji Tak Berizin Segera Pulang ke Tanah Air
Subhan menjelaskan, kuota murur tersebut diutamakan bagi jemaah risiko tinggi secara medis, jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan para pendamping jemaah. Jika kuotanya masih ada, jemaah yang tidak termasuk kategori tersebut juga bisa mendaftar.
"Jemaah biasa juga bisa mendaftar, daftarnya bisa melalui ke ketua kloter. Ketua kloter nantinya akan menyampaikan ke ketua sektor,” kata Subhan.
Baca juga : Ini Kriteria Jemaah Haji Lansia yang Disafariwukufkan
Kebijakan murur ini diterapkan untuk memperlancar dan mempercepat gerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina. PPIH menargetkan, semua jemaah haji Indonesia sudah bisa dipindahkan semua dari Muzdalifah ke Mina maksimal pukul 10 pagi pada 10 Zulhijjah. Hal ini mengingat haji tahun ini berlangsung pada musim panas.
"Hari ini saja kita sudah mencapai 44 bahkan 45 derajat," jelas Subhan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya