Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Penyelenggaraan haji 2024 berjalan sukses. Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief memaparkan beberapa indikator yang menunjukkan kesuksesan tersebut.
Pertama, angkat kematian jemaah haji turun. Hilman menerangkan, sepekan menuju penutupan operasional haji 2024, jumlah jemaah yang meninggal sebanyak 433 orang. Angka ini turun drastis dibanding haji 2023, dengan jumlah hampir 800 orang.
“Upaya Kemenag menekan angka kematian dengan melakukan penguatan program istithaah (kemampuan) dengan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif, cukup membuahkan hasil,” ucapnya, dalam acara Coffee Morning bersama Jurnalis dengan tema “Sukses Haji 2024”, di Jakarta, Senin (15/7/2024).
Hilman menerangkan, dalam faktanya, pihaknya dihadapkan tantangan dengan adanya 47 ribu jemaah kategori lansia atau di atas 65 tahun. Dia berharap, jumlah jemaah haji yang wafat tidak bertambah sampai kepulangan selesai pada 22 Juli nanti. “Hingga kita bisa melihat penurunan drastis dari tahun kemarin,” ucapnya.
Baca juga : Kaesang Berpotensi Menang Di Pilkada Jateng, Ini Sejumlah Indikator Pendukung
Kedua, serapan kuota haji mencapai 99,98 persen. Hilman menerangkan, di tahun ini, Indonesia mendapat kuota 241.000, atau yang terbesar dari seluruh negara. Kuota itu kemudian dibagi menjadi 213.320 untuk jemaah haji reguler dan 27.680 untuk jemaah haji khusus.
Untuk jemaah haji reguler, dari kuota 213.320, yang gagal berangkat hanya 45 orang. Ini adalah angka terkecil sepanjang sejarah. “Biasanya 1.000-an sampai 1.500 yang tidak bisa berangkat,” imbuhnya.
Hilman menerangkan, 45 jemaah itu tidak bisa berangkat karena berbagai hal. Ada yang karena sakit, ada yang meninggal, ada juga karena alasan lain. Sebenarnya, kata Hilman, yang mengalami kasus ini mencapai ribuan. Untuk mengatasinya, Kemenag terus melakukan upaya pergantian.
“Tapi, untuk 45 orang ini tidak bisa diganti karena injury time,” terangnya.
Baca juga : 4 Jam Lagi Hasil SNBT 2024 Keluar, Ini 42 Link Pengumumannya
Ketiga, layanan transportasi yang lancar. Hilman menerangkan, mulai dari layanan pesawat sampai layanan bus, semua berjalan baik. Semua jemaah dapat terangkut dengan baik, mulai dari pemberangkatan dari Tanah Air sampai pelayanan Bus Shalawat di Makkah dan mobilisasi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Hilman mengaku, memang ada beberapa pesawat yang mengalami keterlambatan. “Tapi, sejauh ini semua jemaah bisa diterbangkan ke Tanah suci,” terangnya.
Keempat, layanan hotel baik. Hilman menerangkan, layanan hotel di Makkah dan Madinah berjalan baik.
Kelima, layanan konsumsi baik. Kata Hilman, pihak vendor mampu memenuhi layanan konsumsi bagi jemaah. Saat ada keluhan atau kekurangan, vendor langsung merespons dan mengatasi dengan baik.
Baca juga : Nadiem Minta Programnya Dilanjut
Keenam, tidak ada kejadian serius di Armuzna. Hilman menerangkan, puncak haji di Armuzna menjadi tantangan yang berat. Sebab, jumlah jemaah Indonesia sangat besar, sedangkan space atau ruang yang tersedia di Armuzna sangat terbatas. Dia bersyukur, layanan di Armuzna dapat berjalan lancar.
“Di Arafah tidak ada kejadian yang serius. Makanan lancar, penginapan cukup baik,” terangnya.
Kemudian, dalam pergeseran jemaah dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina juga berjalan lancar, Tidak ada lagi kasus pergeseran jemaah dari Muzdalifah ke Mina terlambat seperti tahun lalu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya