Dark/Light Mode

Ini Kisah Konjen RI Cape Town, Afrika Selatan (6)

Menggapai Asa Di Tengah Prahara

Senin, 15 Juli 2024 20:36 WIB
Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Cape Town, Afrika Selatan bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Dok. Pribadi
Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Cape Town, Afrika Selatan bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Dok. Pribadi

 Sebelumnya 
 

Bagian 14

Gangguan Pemuda Kampung Dan Nyinyirnya Orang Sekeliling

Baca juga : Lika-Liku Merantau, Kuliah, Dan Teror Polisi Khusus Susu

Tahun 1993, Agung, adik Tudi, memberi tahu bapaknya diganggu anak-anak kampung yang sudah seperti preman. Salah satunya bernama Nyoto, bertubuh besar dan kuat persis seperti Mike Tyson yang sedang naik daun dalam kejuaraan tinju kelas berat dunia. Konon, kalau dia memukul perut orang, dipastikan orang tersebut akan jatuh terduduk dan bisa collapse. Lebih-lebih kalau dia ngamuk membawa golok. Tidak akan ada yang berani. Kelompok anak muda di situ berjumlah sekitar 5-6 orang dan mereka minum-minuman keras.

Tudi, yang waktu itu sedang proses menunggu panggilan kerja, mendatangi anak-anak itu. Dia persuasif tapi tegas. “Tadi ada yang mengganggu bapak saya ya. Kalau kalian mengganggu saya, saya bisa memaklumi. Tapi kalau mengganggu bapak saya, hidup saya ini untuk orang tua saya.” Kata-kata Tudi itu menyurutkan hati mereka dan tidak ada yang petentang-petenteng. Mereka menjelaskan tidak bermaksud mengganggu orang tuanya.

Baca juga : Dari Agen Susu Ke Gerbong Filsafat

Menunggu proses lamaran kerja walaupun hanya sekitar 8 bulan sejak kelulusan terasa lama. “Untuk apa sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya menganggur. Lihat Pak Likmu Budi sudah kerja di Mitra Mall walaupun hanya ijazah SMP.” Budi umurnya jauh lebih muda namun dipanggil Pak Lik terhadap Tudi karena anak adiknya Mbahnya Tudi.

Sindiran-sindiran orang-orang dekat yang sering diterima dan masih saudara itu membuat Tudi tertekan. Dulu waktu tinggal di Perkutut Utara mereka baik bahkan sangat baik. Namun saat pindah mendekat dan hanya terpisah dari 3 rumah malah negatif. Mungkin pepatah yang mengatakan “Jauh bau wangi dekat bau busuk” ada benarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.