Dark/Light Mode

Laznas BMH Luncurkan Buku Bahagia dengan Berqurban, Ibadah & Kepedulian Sosial

Kamis, 29 Agustus 2024 13:25 WIB
Peluncuran buku Bahagia dengan Berqurban, Ibadah dan Kepedulian Sosial, yang dilakukan Laznas BMH. (Foto: Istimewa)
Peluncuran buku Bahagia dengan Berqurban, Ibadah dan Kepedulian Sosial, yang dilakukan Laznas BMH. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) meluncurkan buku terbaru berjudul "Bahagia dengan Berqurban, Ibadah dan Kepedulian Sosial". Peluncuran berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Otista, Polonia, Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Tokoh literasi nasional Maman Suherman memberi apresiasi terhadap terbitnya buku ini. Dia menyampaikan, buku ini bukan sekadar bacaan biasa, melainkan sebuah wahana edukasi yang penting bagi masyarakat dalam memahami qurban sebagai sebuah ibadah dan bentuk kepedulian sosial.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Maman ini, buku tersebut menghadirkan berbagai dimensi qurban yang sebelumnya tersebar dan kurang terdokumentasi dengan baik. “Diplomasi kebudayaan qurban pun dibahas di buku ini. Betapa banyak dimensi yang ada di qurban tapi kemudian terserak di mana-mana, seharusnya kita bukukan,” ujarnya.

Sebagai seorang yang tekun menggeluti dan menggerakkan budaya literasi, Kang Maman berharap agar buku ini dapat memperluas wawasan masyarakat tentang qurban yang memiliki makna luas dan mendalam. Ia juga memuji kualitas penulisan buku yang dinilainya sangat memadai dan mampu mengemas informasi secara komprehensif.

“Ini hanya 116 halaman, tapi kita bisa dapat semua hal tentang qurban. Kalau dalam jurnalistik W5H1-nya dapat, so what-nya dapat, kemudian ada delapan fungsi jurnalismenya dapat,” kata Kang Maman.

Baca juga : Rayakan HUT RI, Pertamina Gelar Pengibaran Bendera Bawah Laut-Pemberian Beasiswa

Dalam kesempatan yang sama, Kang Maman juga menyoroti isu literasi di Indonesia, terutama terkait dengan akses terhadap bahan bacaan. Menurutnya, minat baca masyarakat Indonesia sebenarnya tinggi, namun sayangnya tidak diimbangi dengan jumlah buku yang dapat diakses dengan mudah.

"Saya lagi-lagi adalah orang yang tidak percaya bahwa kita adalah bangsa yang tidak suka baca. Saya ingin mengatakan ini hanya persoalan akses dan persoalan ekosistem perbukuan. Mau nggak negara mendukung gerakan perbukuan supaya perbukuan kita tidak terjebak dan dijepit oleh dua makhluk yang luar biasa, pajak dan bajak," ucap Kang Maman.

Ia juga berbicara tentang tantangan yang dihadapi penulis dan penerbit dalam mempertahankan hak cipta karya mereka di tengah maraknya pembajakan.

“Buku saya yang Rp 90.000 di toko buku, itu di media online ada yang jual Rp 3.000 PDF-nya. Ini perang yang harus dilakukan bersama-sama,” tambahnya, menggarisbawahi pentingnya perlindungan hak cipta dan dukungan terhadap industri perbukuan.

Di acara yang sama, Ketua Tim Penulis Buku Imam Nawawi menjelaskan, peluncuran buku ini merupakan bagian dari upaya Laznas BMH untuk terus mengembangkan syiar kebaikan, khususnya terkait zakat dan qurban.

Baca juga : TBIG Berikan Layanan Kesehatan dan Bantuan Sosial di 79 Desa

“Buku ini adalah pengingat bahwa di waktu kapan pun kita harus sadar bahwa ada dimensi yang sangat dekat diri kita dengan Allah, itulah qurban. Dengan adanya buku ini, diharapkan kebaikan itu perlu dipicu dan dipacu,” ujarnya.

Imam Nawawi menekankan pentingnya literasi sebagai bagian dari peradaban bangsa. Ia percaya bahwa bangsa yang baik adalah bangsa yang banyak menghasilkan pemikiran, salah satunya dalam bentuk buku.

“Buku ini bukan ensiklopedia tentang qurban, tapi sampling tentang bagaimana kebaikan qurban itu berlangsung. Khususnya yang menjadi komitmen dan kiprah BMH,” jelasnya.

Imam Nawawi lalu mengajak masyarakat untuk terus berpikir mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan demi kebaikan umat dan bangsa. Menurutnya, langkah baik yang telah diambil perlu dilipatgandakan melalui berbagai inisiatif, salah satunya dengan menerbitkan buku.

“Upaya menerbitkan buku ini harus menjadi kesadaran bersama untuk menjadikan literasi sebagai arus utama yang membawa umat dan bangsa Indonesia semakin mencintai kebaikan,” tandasnya.

Baca juga : Cak Imin Bandingin Gus Yahya dengan Kiai Said & Kiai Hasyim

Pada kesempatan ini, Direktur Utama Laznas BMH Supendi serta Direktur Program dan Pemberdayaan BMH Syamsuddin turut memberikan sambutannya.

"Saya mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas terbitnya buku ini, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi dan panduan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah qurban dengan penuh kesadaran dan kepedulian sosial," tambah Supendi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.