Dark/Light Mode

Haul ke-15 Gus Dur di Yogya: Refleksi Kebijaksanaan dan Warisan Pemikiran untuk Bangsa

Sabtu, 16 November 2024 17:32 WIB
Peringatan Haul ke-15 Gus Dur, di Laboratorium Agama, Masjid UIN Sunan Kalijaga, Jumat malam (15/11/2024). (Foto: Istimewa)
Peringatan Haul ke-15 Gus Dur, di Laboratorium Agama, Masjid UIN Sunan Kalijaga, Jumat malam (15/11/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jaringan GUSDURian menggelar peringatan Haul ke-15 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Laboratorium Agama, Masjid Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Jumat malam (15/11/2024).

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, termasuk Direktur Jaringan GUSDURian Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, dan pendakwah muda Habib Husein Ja’far Al-Hadar.

Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian, Jay Akhmad, menyebut bahwa pada hakikatnya peringatan Haul Gus Dur mengartikan sosok Gus Dur yang selalu hadir di tengah masyarakat. “Banyak yang mengatakan sejatinya Gus Dur pulang, bukan pergi,” ucapnya.

Peringatan Haul Gus Dur, lanjutnya, menjadi ruang belajar bersama akan teladan beliau dalam kampanye tentang keberagaman dan kesetaraan. “Peringatan Haul Gus Dur ini menjadi ruang belajar bersama kita dan ini bagian dari rangkaian Jaringan GUSDURian untuk memperingati dan mengkampanyekan tentang beda dan setara,” paparnya.

Baca juga : Wisuda ke-28 USNI, Wamen Ketenagakerjaan Beri Pesan Inspiratif untuk Anak Muda

Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, menerangkan bahwa warisan Gus Dur tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. “Kami bersyukur selama 15 tahun ini, kami tetap mampu menghadirkan beliau dalam keseharian bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, Gus Dur adalah pemimpin dengan akar jati diri yang kuat, yang memahami bahwa kepentingan umat harus diutamakan. Gus Dur dengan penuh kesadaran membela yang lemah dan menghadirkan imaji Tuhan dalam setiap perjuangannya melawan ketidakadilan.

“Gus Dur membuktikannya dengan menjadi warga dunia tanpa kehilangan akar kesantrian dan kekiaiannya,” paparnya.

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, menekankan pentingnya menyebarkan nilai-nilai Gus Dur, meski hanya sebagian kecil. “Kita jadi Gus Dur 25 persen saja sudah untung. Bisa juga kita jadi Gus Dur 10 atau 5 persen atau bahkan 1 persen," ucapnya.

Baca juga : Gus Jazil Bikin Pusat Studi Tafsir Nusantara Untuk Gen Z, Hidupkan Warisan Ulama

"Tapi, Gus Dur 1 persen ini kalau jumlahnya menyebar ke seluruh pelosok Indonesia, maka insya Allah saat ini ada Gus Dur 100 persen. Lebih baik Gus Dur-nya dibagi-bagi dua persen, tapi ke seluruh seantero Nusantara,” katanya.

Sementara, pendakwah muda Habib Husein Ja’far Al-Hadar menggarisbawahi kehebatan Gus Dur dalam menerapkan fikih dakwah. Menurutnya, Gus Dur berhasil mempraktikkan prinsip dakwah yang menggembirakan, memudahkan, dan mempersatukan.

Gus Dur juga dianggap sebagai ikon rahmat bagi semesta atau rahmatan lil alamin, bukan hanya untuk orang baik, tetapi juga bagi mereka yang tengah berusaha menjadi orang baik. Dengan wawasan luasnya, lanjutnya, sosok Gus Dur mampu memberikan solusi yang memudahkan umat.

“Gus Dur sangat cakap dalam fikih dakwah, sangat strategis, dan sangat sadar dengan fikih dakwah. Fikih dakwah itu prinsipnya tiga. Pertama, menggembirakan, tidak menakut-nakuti. Kedua, memudahkan, bukan menyulitkan. Ketiga, mempersatukan dan tidak mencerai-beraikan,” pungkasnya.

Baca juga : HUT ke-24 Banten, Pj Gubernur Al Muktabar: Maknai Kinerja dan Capaian Pembangunan

Peringatan haul Gus Dur tidak hanya menjadi momen merefleksikan keteladan Gus Dur, tetapi juga menguatkan komitmen untuk melanjutkan perjuangan beliau.

Seperti disampaikan Jay Akhmad, acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian Festival Beda Setara (Best Fest) yang digelar selama seminggu penuh, pada 10-6 November 2024, yang bertujuan untuk merayakan kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.